Perbaharui MoU, UMRI dan BSN Perkuat Sinergi Pembiayaan dan Pengembangan Kampus

Pekanbaru (umri.ac.id) — Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) memperkuat sinergi dengan Bank Syariah Nasional (BSN) melalui pembaruan dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan sumber daya serta pemanfaatan jasa layanan perbankan, pada Selasa (29/9/2026) pagi, di Ruang Rapat Pimpinan UMRI.
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri Rektor UMRI H. Saidul Amin, Branch Manager BSN Kantor Cabang Pekanbaru Edwin Barki, Sub Branch Head BSN Harapan Raya Rosma Dewy, Mortgage and Consumer Financing Head BSN Irvan Hizbullah, serta Prioritas Banking BSN Fauzi.
Dari pihak UMRI turut hadir Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) UMRI Fahmi Salsabila dan Kepala Kantor Humas, Keprotokolan, dan Hukum (Kamasprokum) UMRI M. Anwar Siregar.
penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas sinergi UMRI dan BSN, khususnya dalam mendukung kebutuhan pembiayaan, layanan transaksi keuangan, serta pengembangan berbagai program dan aset institusi.
Branch Manager BSN Kantor Cabang Pekanbaru Edwin Barki menyampaikan bahwa pembaruan MoU dilakukan seiring dengan perubahan dari BTN menjadi Bank Syariah Nasional (BSN). Perubahan tersebut menjadikan BSN sebagai bank umum yang didukung empat kantor cabang di Pekanbaru.

Menurutnya, pembaruan MoU dengan UMRI merupakan bagian dari penyesuaian kerja sama setelah perubahan nama sekaligus momentum untuk memperluas kolaborasi ke depan.
“Pembaruan MoU ini merupakan bagian dari penyesuaian kerja sama setelah adanya perubahan menjadi BSN. Kami berharap sinergi dengan UMRI dapat semakin berkembang, tidak hanya dalam layanan perbankan, tetapi juga berbagai kebutuhan pembiayaan lainnya,” ujarnya.
Edwin menjelaskan, BSN memiliki sejumlah produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan sivitas akademika dan pegawai UMRI, di antaranya pembiayaan kepemilikan rumah (KPR), pembiayaan modal kerja, serta berbagai layanan transaksi keuangan.
Selain dengan UMRI, BSN juga telah menjalin kerja sama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM). Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem kerja sama antara BSN dan Amal Usaha Muhammadiyah, termasuk UMRI.
Sementara itu, Rektor UMRI H. Saidul Amin menyambut baik pembaruan MoU tersebut. Menurutnya, terdapat sejumlah bidang yang memiliki kesesuaian antara kebutuhan UMRI dengan layanan yang dimiliki BSN, terutama dalam mendukung pengembangan fasilitas kampus dan kesejahteraan pegawai.
“Ada core yang dimiliki BSN dan sesuai dengan kebutuhan UMRI, antara lain pembiayaan perumahan pegawai dan beberapa kebutuhan pembangunan gedung,” kata Rektor.
Selain pembangunan infrastruktur, Rektor menyebut pengembangan Rumah Sakit Pendidikan menjadi salah satu agenda penting UMRI. Kehadiran rumah sakit tersebut menjadi kebutuhan strategis seiring dengan pengembangan Fakultas Kedokteran UMRI.
“Rumah sakit menjadi salah satu kewajiban karena UMRI sudah memiliki Fakultas Kedokteran. Karena itu, pengembangan fasilitas pendukung pendidikan kesehatan menjadi bagian dari prioritas ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rektor mengungkapkan bahwa salah satu prioritas pengembangan UMRI saat ini adalah penambahan dan pengembangan lahan. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan rencana pengembangan berbagai fasilitas pendidikan dan pendukung kampus dalam jangka panjang.
Sebagai tindak lanjut MoU, UMRI dan BSN akan memperkuat sosialisasi kepada pegawai UMRI mengenai berbagai skema pembiayaan dan produk layanan BSN yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Pembaruan MoU ini diharapkan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang konkret dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan UMRI, peningkatan kesejahteraan pegawai, serta penguatan layanan keuangan syariah di lingkungan Muhammadiyah. (Muhansir)