Asesmen LAM-PTKes Digelar, UMRI Dorong Prodi Kebidanan Semakin Unggul dan Berdaya Saing

Pekanbaru (umri.ac.id) — Program Studi S1 Kebidanan Fakultas MIPA Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menjalani asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), Selasa (15/9/2026). Asesmen ini menjadi bagian penting dalam upaya evaluasi sekaligus penguatan mutu penyelenggaraan pendidikan kebidanan di lingkungan UMRI.

Asesmen lapangan menghadirkan tiga asesor LAM-PTKes, yakni Ketua Asesor Bdn. Emi Sutrisminah, S.Si.T., M.Keb. dari Universitas Islam Sultan Agung, Ivon Diah Wittiarrika, S.Keb.Bd., M.Kes. dari Universitas Airlangga, serta Dian Febrida Sari, S.Si.T., M.Keb. dari Universitas Mercubaktijaya.

Kegiatan pembukaan dihadiri Badan Pembina Harian (BPH) UMRI, jajaran Wakil Rektor UMRI, Dekan Fakultas MIPA Kesehatan UMRI Dr. Prasetya, M.Si., Wakil Dekan, Ketua Program Studi S1 Kebidanan Pariqa Annisa, S.Tr.Keb.Bd., M.Keb., serta civitas akademika Fakultas MIPA Kesehatan UMRI.

Dalam sambutannya, Rektor UMRI Dr. Saidul Amin, M.A., menyampaikan rasa syukur dan suka cita atas pelaksanaan asesmen lapangan tersebut. Ia menegaskan bahwa kebidanan merupakan bidang ilmu yang memiliki peran strategis karena berkaitan erat dengan keberlangsungan kehidupan manusia.

"Kami sangat bersuka cita karena ilmu kebidanan ini tidak hanya sekadar ilmu kebidanan, tetapi ini adalah ilmu kehidupan. Kita berbicara tentang kehidupan manusia,” ujar Saidul Amin.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung begitu cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Karena itu, asesmen lapangan tidak semestinya dipandang hanya sebagai proses untuk memenuhi tahapan akreditasi, tetapi juga sebagai momentum untuk belajar, berdiskusi, serta bertukar pengalaman dengan para asesor.

“Dari tiga universitas ini tentu banyak pengalaman yang bisa kita ambil. Ini merupakan bagian dari transformation of knowledge. Karena itu, saya berharap proses asesmen ini menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar sebanyak-banyaknya dari para asesor,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya karakter dan nilai yang harus melekat pada setiap lulusan Program Studi S1 Kebidanan UMRI. Menurutnya, lulusan kebidanan UMRI harus memiliki keunggulan tidak hanya dalam aspek keilmuan dan kompetensi profesional, tetapi juga dalam memberikan pelayanan yang dilandasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Alumni kebidanan kita harus memiliki sesuatu yang berbeda. Mereka tidak hanya melayani dengan ilmu, tetapi juga melayani dengan cinta, karena kita di UMRI memiliki nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” katanya.

Saidul Amin juga menegaskan bahwa asesmen merupakan momentum strategis bagi program studi untuk melihat secara objektif berbagai kekuatan yang telah dimiliki sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan.

“Akreditasi dan asesmen ini penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita menjadi unggul. Karena itu, mari belajar dengan serius dan manfaatkan kesempatan ini untuk belajar banyak dari para asesor,” ungkapnya.

Ia berharap proses asesmen tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas Program Studi S1 Kebidanan UMRI sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan memiliki daya saing yang semakin luas.

“Insyaallah, suatu saat nanti kita layak berbicara tidak hanya di level nasional, tetapi juga di level internasional,” pungkas Saidul Amin.

Sementara itu, Ketua Asesor LAM-PTKes, Bdn. Emi Sutrisminah, S.Si.T., M.Keb., menyampaikan bahwa keberhasilan proses asesmen lapangan membutuhkan kerja sama yang baik dari seluruh unsur yang terlibat. Ia berharap seluruh informasi dan data yang diperlukan dapat disampaikan secara terbuka sehingga proses asesmen dapat berlangsung objektif, transparan, dan komprehensif.

“Kami mohon kerja sama Bapak dan Ibu selama proses asesmen ini. Kami berharap seluruh informasi dan data yang dibutuhkan dapat disampaikan secara terbuka, sehingga kami dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai penyelenggaraan Program Studi S1 Kebidanan di Universitas Muhammadiyah Riau,” ujar Emi.

Ia menegaskan, asesmen bukan sekadar proses penilaian terhadap capaian program studi, melainkan juga menjadi ruang untuk berdiskusi dan memberikan masukan demi pengembangan institusi ke depan.

“Kami hadir bukan hanya untuk melihat apa yang sudah dilakukan, tetapi juga berdiskusi dan memberikan masukan. Mudah-mudahan proses ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan Program Studi S1 Kebidanan UMRI ke depan,” tuturnya.

Melalui asesmen lapangan ini, UMRI terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kesehatan yang bermutu, profesional, berkarakter Islami, serta berorientasi pada peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional. (Walida)