UMRI–UMAM Buka Akses Studi S3, Dosen dan Warga Muhammadiyah Ikuti Pre PhD Coaching

Pekanbaru (umri.ac.id) – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) terus mendorong peningkatan kualifikasi dan kapasitas akademik dosen serta warga Muhammadiyah melalui perluasan akses pendidikan tinggi bertaraf internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pre PhD Coaching Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) yang digelar di UMRI, pada Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Perpustakaan UMRI tersebut menghadirkan Prof. Emeritus Dr. Rushami Zien Yusoff, Deputy Vice Chancellor Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi dosen dan warga Muhammadiyah untuk memperoleh informasi sekaligus mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang Doctor of Philosophy (Ph.D.).

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan dengan berbagai program doktoral yang tersedia di UMAM, tetapi juga memperoleh pembekalan mengenai persyaratan pendaftaran, kesiapan akademik, pemilihan program studi, peluang beasiswa, serta gambaran mengenai sistem dan proses pembelajaran yang akan dijalani selama menempuh pendidikan doktoral.

Dalam paparannya, Prof. Emeritus Dr. Rushami Zien Yusoff menjelaskan bahwa persiapan yang matang menjadi salah satu faktor penting bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Ph.D. Karena itu, peserta perlu memahami berbagai persyaratan akademik maupun administratif serta menentukan bidang studi yang sesuai dengan kompetensi dan rencana pengembangan keilmuan masing-masing.

“Program Pre PhD Coaching ini merupakan kesempatan bagi para dosen dan warga Muhammadiyah untuk mendapatkan informasi sekaligus mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang Ph.D. Kami memberikan gambaran mengenai persyaratan, peluang beasiswa, program studi, serta bagaimana proses pembelajaran di UMAM,” ujar Prof. Emeritus Dr. Rushami Zien Yusoff.

Menurutnya, peningkatan jumlah akademisi yang memiliki kualifikasi doktoral merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi dan pengembangan ilmu pengetahuan. Semakin banyak akademisi yang memiliki kesempatan menempuh pendidikan doktoral, semakin besar pula peluang lahirnya ilmuwan yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.

“Kami berharap semakin banyak akademisi di Indonesia yang memiliki keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral. Dengan semakin banyaknya lulusan Ph.D., kita berharap semakin banyak pula ilmuwan yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan Indonesia,” lanjutnya.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah pertanyaan diajukan kepada narasumber, terutama terkait program-program Ph.D. yang tersedia di UMAM, persyaratan pendaftaran, peluang memperoleh beasiswa, hingga sistem pembelajaran yang diterapkan selama masa studi.

Bagi UMRI, kegiatan Pre PhD Coaching menjadi bagian dari komitmen untuk membangun budaya akademik yang mendorong sivitas akademika agar terus meningkatkan kualifikasi pendidikan dan kompetensi profesional. Peningkatan jumlah dosen bergelar doktor juga menjadi salah satu elemen penting dalam memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, UMRI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring pendidikan tinggi internasional sekaligus membuka lebih banyak peluang pengembangan sumber daya manusia. Dengan semakin banyak akademisi yang melanjutkan studi ke jenjang doktoral, diharapkan semakin banyak ilmuwan Indonesia yang lahir dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, serta perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global. (Walida)