UMRI Jajaki Kolaborasi Akademik dengan Applied Science Private University Yordania

Pekanbaru (umri.ac.id) – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) terus memperluas jejaring akademik internasional dengan menjajaki peluang kerja sama bersama Applied Science Private University (ASU), Yordania. Penjajakan tersebut menjadi langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan kapasitas sivitas akademika kedua perguruan tinggi.

Pembahasan penjajakan kerja sama berlangsung di Ruang Transit UMRI, pada Rabu (2/9/2026) pagi. Pertemuan tersebut menjadi forum awal bagi kedua institusi untuk mengidentifikasi sejumlah program strategis yang berpotensi dikembangkan secara bersama dan diimplementasikan dalam bentuk kegiatan akademik yang konkret.

Dari pihak UMRI, pertemuan didampingi Wakil Rektor III UMRI, Wahyi Busyro, S.E.I., M.E., Ph.D., bersama jajaran Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) UMRI.

Sementara itu, delegasi ASU dipimpin Dean of Sharia and Islamic Studies, Prof. Abd. Alsalam Atwa Al-Fandi, bersama tiga anggota delegasi lainnya. Kehadiran delegasi ASU menjadi momentum penting untuk mendiskusikan secara langsung peluang pengembangan hubungan akademik antara kedua perguruan tinggi.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah bidang potensial yang dapat menjadi fondasi kerja sama, di antaranya student and staff mobility, collaborative teaching, joint research, joint publication, serta penyelenggaraan seminar bersama.

Program student and staff mobility diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa maupun staf akademik UMRI dan ASU untuk memperoleh pengalaman belajar dan bekerja dalam lingkungan akademik internasional. Selain memperluas wawasan dan jejaring, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kompetensi serta pemahaman sivitas akademika terhadap praktik pendidikan tinggi di negara lain.

Sementara itu, collaborative teaching diarahkan pada pemanfaatan keahlian dan sumber daya akademik kedua perguruan tinggi dalam proses pembelajaran. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui kuliah bersama, guest lecturer, pertukaran materi dan perspektif akademik, maupun model pembelajaran lintas negara lainnya.

Pembahasan juga mencakup peluang penyelenggaraan seminar bersama, penelitian kolaboratif, hingga publikasi ilmiah bersama. Melalui program tersebut, kerja sama tidak hanya diarahkan pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga diharapkan menghasilkan karya akademik yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Wakil Rektor III UMRI, Wahyi Busyro, menyambut baik penjajakan kerja sama dengan ASU. Menurutnya, peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi di Yordania merupakan langkah positif dalam memperluas hubungan akademik UMRI, khususnya dengan institusi pendidikan tinggi di kawasan Timur Tengah.

“Kami menyambut baik penjajakan kerja sama ini. Ada beberapa bidang yang sangat potensial untuk dikembangkan, khususnya student and staff mobility, collaborative teaching, joint research, dan joint publication. Namun, untuk proses penandatanganan atau finalisasi kerja sama, masih perlu menunggu kehadiran Rektor UMRI. Pembahasan selanjutnya dapat kita lanjutkan melalui pertemuan secara daring menggunakan Zoom agar proses komunikasi tetap berjalan,” ujar Wahyi.

Ia menegaskan bahwa setiap penjajakan kerja sama internasional perlu diarahkan pada program yang dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika. Menurutnya, kerja sama tidak seharusnya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diterjemahkan ke dalam berbagai program akademik yang produktif dan berkelanjutan.

“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana kerja sama ini nantinya dapat diwujudkan dalam program nyata. Kami ingin mahasiswa dan dosen mendapatkan kesempatan untuk terlibat, sehingga hubungan antara UMRI dan ASU tidak hanya berada pada level institusi, tetapi juga menghasilkan kegiatan akademik yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Bagi UMRI, penjajakan kerja sama dengan ASU menjadi bagian dari strategi memperluas jejaring akademik internasional, khususnya dengan perguruan tinggi di kawasan Timur Tengah. Hubungan tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas terhadap pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, pengembangan kompetensi, serta peluang kolaborasi penelitian dan publikasi.

Penguatan jejaring global tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen UMRI dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi. Kehadiran mitra internasional diharapkan semakin memperluas kesempatan mahasiswa dan dosen UMRI untuk berinteraksi dengan komunitas akademik global serta memperoleh pengalaman akademik lintas negara.

Ke depan, UMRI dan ASU diharapkan dapat menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut melalui komunikasi dan pembahasan yang lebih intensif guna merumuskan bentuk kerja sama yang konkret, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan kedua institusi.

Dengan demikian, penjajakan ini tidak hanya menjadi awal hubungan kelembagaan antara UMRI dan Applied Science Private University, tetapi juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat bagi kedua perguruan tinggi.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen UMRI untuk membangun jejaring akademik lintas negara serta menghadirkan pengalaman dan peluang internasional yang semakin luas bagi sivitas akademika. (Syae)