Rektor UMRI Sampaikan Orasi Ilmiah pada Wisuda IAI Lukman Edy: Teguh dalam Iman, Berkah dalam Ilmu, Bermarwah dalam Akhlak

Pekanbaru (umri.ac.id) — Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Dr. H. Saidul Amin, M.A., menyampaikan Orasi Ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Institut Agama Islam Lukman Edy (IAI LE) pada Wisuda Sarjana ke-10 dan Magister ke-3, pada Sabtu (29/8/2026), di Hotel Pangeran Pekanbaru.
Sebanyak 152 wisudawan dikukuhkan pada momentum tersebut, terdiri atas 111 lulusan program sarjana dan 41 lulusan program magister. Prosesi wisuda mengusung tema “Teguh dalam Iman, Berkah dalam Ilmu, dan Bermarwah dalam Akhlak.”
Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Saidul Amin mengajak seluruh sivitas akademika dan para lulusan IAI LE untuk melihat pendidikan bukan sekadar proses memperoleh gelar akademik, melainkan sebagai ikhtiar membangun manusia yang memiliki kekuatan iman, keluasan ilmu, kematangan akhlak, serta keterampilan menghadapi tantangan zaman.
Dr. Saidul Amin menilai tantangan pendidikan di Riau relatif lebih berat dibandingkan sejumlah daerah lain karena posisi geografis Riau yang berhadapan langsung dengan negara-negara ASEAN.
“Kita berada di wilayah yang bersebelahan langsung dengan negara-negara ASEAN. Karena itu, beban pendidikan di Riau jauh lebih berat. Kita tidak hanya dituntut mencetak lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga manusia yang mampu bersaing, beradaptasi, dan memiliki karakter kuat,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ia menawarkan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian institusi pendidikan, yakni pembenahan institusi, penguatan mahasiswa, dan penguatan karakter keislaman.
Pertama, institusi pendidikan harus terus melakukan pembenahan dan berani memiliki cita-cita besar yang harus diterjemahkan menjadi kerja nyata melalui peningkatan mutu akademik, tata kelola, kualitas sumber daya manusia, serta keberanian melakukan inovasi dan membangun jejaring yang lebih luas.
Sedangkan yang kedua, perguruan tinggi harus menempatkan mahasiswa sebagai pemilik masa depan.
“Mahasiswa adalah milik masa depan, sementara kita saat ini adalah milik masa lalu. Karena itu, tugas kita adalah mempersiapkan mereka sebaik-baiknya,” jelasnya.
Ia menggambarkan pendidikan mahasiswa melalui konsep tripel H yaitu Head, Heart, dan Hand. Head berarti mengisi kepala mahasiswa dengan ilmu pengetahuan dan kemampuan berpikir. Heart berarti mengisi hati dengan iman, nilai-nilai moral, dan akhlak. Sementara Hand adalah membekali mahasiswa dengan keterampilan dan skill agar mampu mengimplementasikan ilmu dalam kehidupan nyata.
“Ketiganya harus berjalan seimbang. Ilmu tanpa iman dapat kehilangan arah, iman tanpa ilmu dapat kehilangan daya, dan keduanya tanpa keterampilan akan sulit memberikan manfaat secara optimal,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari jumlah mahasiswa yang diwisuda, tetapi dari sejauh mana para alumninya mampu memberikan manfaat setelah meninggalkan kampus.
“Alumni bukan sekadar orang yang keluar dari institusi. Alumni adalah duta-duta institusi. Karena itu, jagalah nama baik almamater dan tunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh di kampus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor sekaligus Ketua Senat IAI Lukman Edy, Dr. H. M. Ramli, SE., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan.
“Selamat kepada seluruh wisudawan. Teruslah melangkah dan bawa nama baik almamater. Hormati orang tua dan dosen yang telah memberikan ilmu dan membimbing perjalanan akademik saudara-saudara,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan para wisudawan menjadi kebahagiaan bagi orang tua sekaligus menjadi modal untuk menapaki masa depan yang lebih gemilang.
“Semoga keberhasilan hari ini menjadi kebahagiaan bagi orang tua dan menjadi awal untuk menapaki masa depan yang gemilang,” harapnya.
Dr. Ramli juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik maupun pengabdian.
“Wisuda bukan akhir dari proses akademik, tetapi membuka pintu gerbang pengabdian bagi nusa, bangsa, dan agama,” tegasnya.
Momentum Wisuda Sarjana ke-10 dan Magister ke-3 IAI LE tersebut diharapkan tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga menjadi titik awal bagi lahirnya generasi intelektual Muslim yang teguh dalam iman, luas dalam ilmu, terampil dalam berkarya, serta bermarwah dalam akhlak.
Para lulusan diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan ke tengah masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari kekuatan sumber daya manusia Riau yang kompetitif, berkarakter, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa serta peradaban. (Muhansir)