Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Inklusif, UPT Perpustakaan Bersama Dosen UMRI Gelar Spiritual Parenting di Pekanbaru Lab School

Pekanbaru (umri.ac.id) – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) terus memperkuat komitmennya menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat melalui implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi. Tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan, UMRI juga terus mengembangkan pengabdian kepada masyarakat yang menyentuh kebutuhan nyata. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi UPT Perpustakaan UMRI bersama para dosen dalam kegiatan Spiritual Parenting bertajuk Parenting Children with Special Needs: Empowering Parents, Building Inclusive Futures yang diselenggarakan di Pekanbaru Lab School, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif antara dunia pendidikan, keluarga, dan akademisi dalam memperkuat kapasitas orang tua mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya anak berkebutuhan khusus. Puluhan orang tua, guru, akademisi, serta pemerhati pendidikan mengikuti kegiatan yang menghadirkan pendekatan multidisipliner melalui perspektif pendidikan, psikologi, kesehatan, dan spiritualitas.

Ketua Pekanbaru Lab School, Dr. (Cand.) Widi Jawanthsa, S.Pd., M.Si., saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun bersama UMRI. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, dan keluarga merupakan fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan setiap anak.

"Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi kita untuk bersama-sama belajar dan memahami kebutuhan anak. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan berbagai pihak sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak," ujarnya.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa setiap anak adalah amanah yang memiliki keunikan dan potensi masing-masing sehingga memerlukan pendampingan yang penuh kasih sayang, kesabaran, serta penerimaan.

Ia juga menekankan bahwa orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak. Menurutnya, teori pengasuhan dapat dipelajari siapa saja, namun pengalaman mendampingi anak secara langsung hanya dimiliki oleh orang tua.

"Kita mungkin hanya mengetahui teorinya, tetapi orang tualah yang merasakan dan menjalani semuanya. Karena itu, dalam mendampingi anak, kita harus belajar untuk tetap sabar, tenang, dan tidak mudah menyerah," tuturnya.

Dalam waktu yang sama, dr. Yohanes Purwanto, S.Psi., Ftr., Ph.D., Chairman of Special, dari perspektif kesehatan, ia menjelaskan berbagai karakteristik anak berkebutuhan khusus serta memberikan sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan orang tua untuk melatih fokus, konsentrasi, komunikasi, dan respons anak melalui aktivitas sehari-hari.

"Melatih anak tidak harus melalui kegiatan yang rumit. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten justru mampu membantu meningkatkan fokus dan respons anak," jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi UMRI, Dr. Santoso, S.S., M.Si., mengajak para orang tua menjadikan forum tersebut sebagai ruang berbagi pengalaman dan saling menguatkan.

"Bapak dan Ibu yang menjalani seluruh proses ini. Pengalaman yang dimiliki bukan hanya berharga bagi keluarga sendiri, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dan penguatan bagi orang tua lainnya," ungkapnya.

Suasana forum pun berubah menjadi penuh kehangatan ketika dua orang tua membagikan kisah perjuangan mereka mendampingi anak. Salah satunya menceritakan keputusan keluarga berpindah tempat tinggal demi memperoleh lingkungan pendidikan yang lebih menerima keberadaan anaknya. Orang tua lainnya mengisahkan pengalaman ketika anaknya pernah mengalami penolakan karena kondisi yang dimiliki.

Kisah-kisah tersebut menghadirkan refleksi mendalam bahwa keberhasilan seorang anak tidak hanya dibangun melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui keteguhan, kesabaran, dan cinta tanpa syarat dari keluarga.

Diskusi interaktif yang berlangsung setelahnya semakin memperkaya wawasan peserta. Para narasumber memberikan solusi dari perspektif psikologi, kesehatan, pendidikan, maupun pengalaman sosial sehingga para orang tua memperoleh bekal praktis dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Tidak hanya menjadi bagian dari penampilan seni, siswa-siswi Pekanbaru Lab School juga terlibat dalam menyiapkan hidangan bagi peserta. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kemampuan, kreativitas, dan kemandirian yang dapat terus berkembang apabila memperoleh ruang untuk belajar dan berproses.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah inklusif, UPT Perpustakaan UMRI menyerahkan bantuan buku bacaan kepada Pekanbaru Lab School. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkaya sumber belajar sekaligus menumbuhkan budaya membaca sejak dini bagi seluruh peserta didik.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan plakat sebagai simbol apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara UMRI dan Pekanbaru Lab School dalam menghadirkan program edukatif yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan kembali siswa-siswi Pekanbaru Lab School yang disambung dengan foto bersama seluruh narasumber, dosen, UPT Perpustakaan UMRI, pihak sekolah, dan para orang tua peserta.

Melalui kegiatan ini, UMRI kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga aktif menghadirkan solusi atas persoalan sosial melalui pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran UPT Perpustakaan bersama para dosen menjadi bukti bahwa perpustakaan modern tidak lagi sekadar pusat informasi, melainkan juga menjadi pusat literasi, edukasi, pemberdayaan, dan kolaborasi yang mampu menjangkau masyarakat secara luas.

Semangat Spiritual Parentin ini sekaligus menjadi refleksi nilai-nilai Islam yang menempatkan keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak. Dari ruang keluarga lahir generasi yang tangguh, berkarakter, dan berakhlak mulia. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat, UMRI terus menghadirkan kontribusi nyata dalam membangun pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkemajuan sebagai wujud nyata UMRI Berdampak, Islami, dan Inovatif. (Tika)