KUIK UMRI Gelar Pembinaan Mahasiswa Internasional, Perkuat Pendampingan Akademik dan Pengalaman Budaya

Pekanbaru umri.ac.id) – Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar kegiatan Pembinaan Mahasiswa Internasional pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan akademik, memberikan ruang evaluasi pembelajaran, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai keislaman dan budaya Melayu kepada mahasiswa internasional yang sedang menempuh studi di Umri.
Kegiatan pembinaan dipandu langsung oleh Ketua KUIK Umri, Fahmi Salsabila, SS MSi., bersama pendamping mahasiswa internasional, Atiqah, SIP MSi., dan Ziyan Alghifari, MA. Kehadiran keduanya memberikan ruang diskusi yang hangat sekaligus memperkuat hubungan antara kampus dengan mahasiswa internasional sebagai bagian dari komitmen Umri dalam mewujudkan kampus yang unggul dan berwawasan global.
Kepala KUIK Umri, Fahmi Salsabila, menjelaskan bahwa pembinaan ini menjadi agenda penting untuk mengevaluasi perkembangan akademik mahasiswa internasional sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman mengenai proses perkuliahan dan berbagai kendala yang mereka hadapi selama belajar di Umri.
"Pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen Umri dalam memastikan mahasiswa internasional memperoleh pengalaman belajar yang optimal. Kami ingin mendengar secara langsung perkembangan akademik, kendala yang dihadapi, sekaligus memberikan pendampingan agar mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali ke negara asal sebagai agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” cakapnya.
Ditambahkannya, pembinaan tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga membantu mahasiswa internasional beradaptasi dengan lingkungan, budaya, dan kehidupan kampus di Indonesia. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para mahasiswa internasional merasa nyaman, memiliki ruang untuk berdiskusi, serta semakin termotivasi dalam menyelesaikan pendidikan di Umri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat berjamaah di Masjid Baitul Hikmah Umri. Pada kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Abtoullah Rithvan, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Studi Islam (FSI) UMRI yang berasal dari Kamboja. Dalam tausiahnya, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan proses menuntut ilmu sebagai bentuk ibadah yang dilandasi keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur.
“Kesempatan belajar di luar negeri merupakan amanah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar kelak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa asal masing-masing,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa menuntut ilmu merupakan ibadah yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT., serta mengajak mahasiswa untuk senantiasa meluruskan niat dalam belajar, menjaga kedisiplinan, serta memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan dengan penuh rasa syukur. Ia juga berpesan agar ilmu yang diperoleh selama belajar di Umri tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, melainkan diamalkan ketika kembali ke tanah air sehingga dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa.
Usai kegiatan di masjid, para peserta mengikuti makan siang bersama di Pondok Makan UMRI sebagai sarana mempererat kebersamaan. Selanjutnya, rombongan melakukan city tour mengunjungi sejumlah destinasi bersejarah dan religius di Kota Pekanbaru, di antaranya Rumah Tuan Kadi, Masjid Agung An-Nur, pameran seni bagian dari pengenalan budaya lokal kepada mahasiswa internasional di kawasan MTQ Jalan Sudirman.
Kegiatan diakhiri dengan melakukan kunjungan dan melaksanakan salat Ashar berjamaah di Masjid Agung An-Nur, yang dilanjutkan dengan mendengarkan tausiah yang disampaikan Ketua Lembaga Al-Islam Kemuhammadiyahan (LAIK) Umri Fauzi Rahman, MPSi.
Melalui dialog yang berlangsung secara terbuka, KUIK memperoleh berbagai masukan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan bagi mahasiswa internasional. Pendampingan tersebut juga diarahkan agar mahasiswa mampu menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali ke negara asal sebagai alumni yang membawa ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam berkemajuan, serta pengalaman belajar yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Riau. (Muhansir)