Fakultas Kedokteran UMRI Gelar Simposium Internasional Perdana IN-UMRI 2025, Perkuat Kolaborasi Global Bidang Kesehatan Kerja dan Agroindustri

Pekanbaru (umri.ac.id) – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan International Symposium on Occupational Health in Tropical Agriculture and Resilient Agroindustries, Sabtu (18/7/2026), di Auditorium Kampus Utama UMRI.

Kegiatan yang diikuti akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, pelaku industri, serta mahasiswa dari berbagai institusi dalam dan luar negeri tersebut menjadi forum strategis untuk membahas berbagai tantangan kesehatan kerja di sektor pertanian tropis dan agroindustri yang berkelanjutan. Simposium ini juga merupakan bagian dari penguatan jejaring ilmiah internasional yang telah dirintis Fakultas Kedokteran UMRI melalui International Network for Universal Medicine and Resilient Industries (IN-UMRI).

Rektor UMRI, Dr. Saidul Amin, M.A., yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, peserta, dan panitia atas terselenggaranya forum ilmiah bertaraf internasional tersebut. Menurutnya, simposium ini menjadi wadah penting untuk mempertemukan berbagai perspektif akademik dan profesional dalam merumuskan solusi terhadap persoalan kesehatan kerja yang semakin kompleks di era modern.

“Forum seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan, memperkaya khazanah keilmuan, serta memperkuat budaya akademik melalui dialog yang konstruktif. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi para akademisi dan praktisi untuk bertukar informasi, berbagi pengalaman, dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan kesehatan kerja, khususnya pada sektor pertanian tropis dan agroindustri,” ujarnya.

Secara khusus, Rektor UMRI menyampaikan penghargaan kepada para narasumber internasional dan nasional yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, di antaranya Prof. Muchtaruddin Mansyur dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Naesinee Chaiear dari Khon Kaen University Thailand, Dr. Prahlad K. Sishodiya dari India, Ms. Raagavi Manee dari National University of Singapore, serta Dr. Tommy Kirana dari PT Perkebunan Nusantara IV.

Lebih lanjut, Dr. Saidul Amin menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan transformasi digital yang berlangsung sangat cepat, khususnya di bidang kesehatan, menuntut kesiapan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan tenaga kesehatan, untuk terus beradaptasi dan berinovasi.

“Kita hidup di tengah perkembangan teknologi yang sangat maju. Siap atau tidak siap, kita harus menghadapi perubahan yang berlangsung begitu cepat. Karena itu, kita perlu mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” katanya.

Menurutnya, para intelektual dan cendekiawan memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat. Oleh karena itu, forum ilmiah seperti simposium internasional menjadi sarana penting untuk melahirkan gagasan, inovasi, dan rekomendasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai intelektual dan cendekiawan, posisi kita sangat jelas, yaitu menjadi pemberi solusi, sehingga forum ini diharapkan lahir pemikiran strategis yang mampu berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian dan agroindustri di kawasan tropis,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UMRI Dr. dr. M. Yulis Hamidy, M.Kes., M.Pd.Ked., Sp.KKLP., menjelaskan bahwa penyelenggaraan simposium internasional ini merupakan wujud komitmen fakultas dalam mengembangkan pendidikan kedokteran yang unggul, memperkuat riset, serta meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kolaborasi global.

Mengusung tema “Occupational Health in Tropical Agriculture and Resilient Agroindustries”, simposium ini menyoroti berbagai isu strategis yang sangat relevan dengan kondisi Provinsi Riau sebagai salah satu pusat perkebunan dan pertanian terbesar di Indonesia. Tantangan kesehatan kerja di lingkungan tropis, penyakit akibat kerja, perubahan iklim, transformasi teknologi, hingga pembangunan industri yang berkelanjutan menjadi fokus utama pembahasan para narasumber dan peserta.

“Simposium ini bukan sekadar pertemuan akademik, tetapi menjadi ruang strategis untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, pengalaman terbaik, dan membangun solusi kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja, sekaligus mendorong terciptanya industri yang tangguh dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui diskusi yang menghadirkan perspektif dari dunia akademik, layanan kesehatan, dan industri, para peserta diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan, inovasi, dan kolaborasi lintas negara yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan kesehatan kerja dan industri berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Fakultas Kedokteran UMRI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, pimpinan universitas, mitra institusi, sponsor, relawan, dan panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Penghargaan khusus diberikan kepada Prof. Muchtaruddin Mansyur atas dukungan, bimbingan, dan kontribusinya dalam pengembangan forum ilmiah internasional yang memperkuat reputasi akademik Fakultas Kedokteran UMRI di tingkat global.

Penyelenggaraan simposium ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Kedokteran UMRI untuk memperluas jejaring internasional, meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, serta memperkuat kolaborasi antara akademisi, peneliti, klinisi, pembuat kebijakan, dan pelaku industri.

Melalui kegiatan ini, UMRI berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran, kesehatan kerja, dan industri yang lebih sehat, tangguh, serta berkelanjutan. Simposium internasional tersebut sekaligus menjadi bukti nyata komitmen UMRI dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, inovatif, berdaya saing global, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (Muhansir)