UMRI Gelar Perkaderan Baitul Arqam Dosen dan Tenaga Kependidikan; Wadah Penguatan Ideologi dan Budaya Kerja Islami Sivitas Akademika

Pekanbaru (umri.ac.id) – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar kegiatan Perkaderan Baitul Arqam bagi dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus, yang dilaksanakan selama dua hari (5–6/6/2026), bertempat di Kampus Utama Umri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ideologi, pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta pembinaan karakter bagi sivitas akademika UMRI agar semakin memahami nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan.
Peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 30 orang, terdiri atas 20 dosen dan 10 tenaga kependidikan, dengan rincian 7 peserta laki-laki dan 23 peserta Perempuan, yang merupakan pegawai baru dilingkungan Umri.
Rektor Umri, Dr H Saidul Amin, MA., dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqam memiliki peran penting dalam membangun semangat pengabdian dan memperkuat identitas sivitas akademika sebagai bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah.
Menurutnya, perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat kaderisasi dan pembentukan karakter Islami yang berkemajuan.
“Melalui kegiatan Baitul Arqam ini, kami ingin memperkuat ruh bermuhammadiyah di lingkungan Umri. Dosen dan tenaga kependidikan bukan hanya menjalankan tugas profesional, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan pengembangan peradaban Islam berkemajuan,” ujar Dr Saidul Amin.
Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga nilai-nilai AIK dapat diimplementasikan dalam budaya kerja, pelayanan akademik, dan kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus.
“Kami ingin seluruh sivitas akademika Umri memiliki semangat pengabdian, integritas, dan loyalitas yang kuat terhadap Persyarikatan serta terus berkontribusi dalam memajukan Umri menjadi perguruan tinggi unggul dan berdaya saing,” tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan perkaderan yang menghadirkan Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Bachtiar Dwi Kurniawan, SFilI MPA.
Dalam arahannya, Dr Bachtiar menegaskan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya di bidang pendidikan, merupakan instrumen strategis dalam menjalankan misi dakwah Muhammadiyah sekaligus membangun peradaban Islam yang berkemajuan.
Ia mengingatkan bahwa mendirikan dan mengelola Umri merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan semangat pengabdian. Karena itu, seluruh unsur di lingkungan kampus perlu memiliki visi dan komitmen yang sama dalam membangun serta memajukan universitas.
“Bagi dosen dan tenaga kependidikan, bekerja di Umri bukan sekadar mencari nafkah atau menerima gaji bulanan. Setiap administrasi yang dirapikan, setiap ilmu yang diajarkan, dan setiap pelayanan yang diberikan kepada mahasiswa merupakan bagian dari amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Seluruh sivitas akademika adalah bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah,” tuturnya.
Selain memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, kegiatan Baitul Arqam ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan, meningkatkan loyalitas institusi, serta memperkuat budaya kerja Islami di lingkungan Umri.
Melalui kegiatan ini, Umri terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan unggul di bidangnya, tetapi juga memiliki integritas, semangat dakwah, dan nilai-nilai keislaman yang kuat dalam mendukung kemajuan Persyarikatan dan bangsa. (Muhansir)