FEB UMRI Perkuat Jejaring Global, Bahas Pemasaran Digital Berkelanjutan Bersama Akademisi Belanda

Pekanbaru (umri.ac.id) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau (FEB UMRI) menggelar kegiatan Guest Lecture internasional bertajuk “Sustainable for Digital Marketing: Lessons from the Netherlands” pada Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pascasarjana Lantai 6 Gedung Rektorat UMRI dan dihadiri oleh civitas akademika, mahasiswa, serta perwakilan organisasi mahasiswa (Ormawa) FEB UMRI.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Dr. Ahmad Hijazi, SE., M.Si dari Badan Pembina Harian (BPH) UMRI, yang kehadirannya menunjukkan dukungan penuh institusi terhadap pengembangan akademik bertaraf internasional.
Kegiatan dipandu oleh moderator Fitri Ayu Nofirda, SE., BBA (Hons), M.Sc, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMRI. Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber internasional, Willem Dresselhuys, akademisi dan praktisi yang berafiliasi dengan Radboud University serta Tio Business School, Belanda.
Dalam pemaparannya, Willem menjelaskan bahwa konsep pemasaran digital berkelanjutan di Eropa, khususnya Belanda, menitikberatkan pada transparansi, kepercayaan konsumen, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Ia menegaskan bahwa pemasaran tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
“Pemasaran digital bukan sekadar menjual produk, melainkan membangun hubungan yang bermakna dan berkelanjutan dengan konsumen,” ujarnya.
Lebih lanjut, Willem membandingkan kondisi pemasaran digital di Eropa dengan Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pasar digital yang sangat besar, namun masih menghadapi tantangan dalam hal literasi digital serta kepercayaan konsumen, terutama terkait perlindungan data.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dan menjadi bagian yang paling diminati peserta. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait strategi pemasaran digital global serta peluang bisnis di era digital.
Selain itu, Willem juga membahas peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pemasaran modern. Ia menilai AI sebagai alat yang sangat membantu dalam memahami perilaku konsumen, mengotomatisasi kampanye, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Meski demikian, ia menekankan bahwa kreativitas dan empati manusia tetap menjadi faktor utama.
“Teknologi hanyalah alat. Kreativitas dan empati manusia tetap menjadi kunci keberhasilan dalam pemasaran,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Willem menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi ilmu di Universitas Muhammadiyah Riau. Ia juga mengaku terkesan dengan antusiasme mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, FEB UMRI kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun jejaring internasional serta meningkatkan kualitas pendidikan. Diharapkan, wawasan yang diperoleh mahasiswa dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan dunia bisnis digital yang semakin kompetitif. (Rls./Muhansir)