UMRI Gelar Bimtek Penyusunan Instrumen Akreditasi, Targetkan Predikat Unggul bagi Sejumlah Prodi

Pekanbaru (umri.ac.id) – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Instrumen Akreditasi Program Studi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Kontrol Mutu (LP2KM) Umri ini berlangsung selama enam hari sejak Senin hingga Sabtu (13-18/4/2026) bertempat di Gedung Mahmud Marzuki Tower - Kampus Utama Umri.
Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sejumlah program studi menuju akreditasi dengan predikat Unggul. Adapun program studi yang mengikuti kegiatan ini meliputi S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Kebidanan dan Profesi, S1 Teknik Mesin, S1 Bisnis Digital, serta S2 Manajemen dan Kewirausahaan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Umri Dr H Saidul Amin, MA., bersama seluruh jajaran Wakil Rektor di lingkungan Umri, serta para dekan fakultas terkait. Kehadiran pimpinan universitas mencerminkan keseriusan dan komitmen institusi dalam memperkuat tata kelola akademik serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri, Risnal Diansyah, SKom MTI PhD., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa proses pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur guna memastikan setiap program studi mampu mencapai hasil terbaik.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Prodi-prodi ini akan terus kita kawal secara intensif hingga berhasil meraih akreditasi Unggul,” ujarnya.
Rektor Umri Dr Saidul Amin, dalam arahannya pada acara pembukaan Bimtek pada Senin (13/4/2026) pagi, menegaskan bahwa capaian akreditasi Unggul bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi untuk melangkah ke standar yang lebih tinggi. Ia mendorong seluruh sivitas akademika untuk memiliki pola pikir progresif dan berorientasi masa depan.
“Bagi saya tidak ada kata ‘semoga’, tetapi ‘kita harus’. Jadikan momentum penyusunan instrumen ini sebagai langkah nyata untuk membawa Umri menjadi lebih baik. Kita harus berpikir melampaui sekadar unggul,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor juga menyoroti pentingnya inovasi dalam proses pembelajaran, salah satunya melalui pengembangan program Bilingual Class (kelas dua bahasa). Ia menginstruksikan setiap program studi untuk mulai merancang kelas dengan penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar.
“Saya harap setiap prodi mulai mencanangkan minimal satu kelas dengan pengantar bahasa asing. Dosen juga perlu terus meningkatkan kompetensi. Kita harus melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing global,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Umri berharap seluruh program studi yang dipersiapkan tidak hanya mampu meraih akreditasi unggul, tetapi juga menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang siap bersaing di kancah global serta berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. (Walida)