Nakhoda Baru Dimulai: Kabinet “Gelora Resistensi” BEM KM UMRI Resmi Dilantik

Pekanbaru (umri.ac.id) – Suasana khidmat menyelimuti Auditorium Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Jalan Tuanku Tambusai, pada Senin (16/3/2026). Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UMRI periode 2025/2026 resmi memulai masa baktinya melalui prosesi pelantikan kabinet yang diberi nama “Gelora Resistensi.”

Pelantikan tersebut menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru organisasi mahasiswa tertinggi di lingkungan Umri di bawah komando Rayhan Divaio Hutapea sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) Umri.

Dalam sambutannya, Rayhan menegaskan bahwa nama “Gelora Resistensi” bukan sekadar slogan, melainkan representasi semangat perjuangan mahasiswa untuk tetap kritis, progresif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai dinamika zaman.

“Kami hadir membawa semangat perlawanan terhadap ketidakadilan dan stagnasi. Kabinet ini akan menjadi motor penggerak yang progresif bagi seluruh mahasiswa Umri,” ujar Rayhan.

Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan BEM KM UMRI ke depan berkomitmen menghadirkan gerakan mahasiswa yang inklusif, kolaboratif, serta responsif terhadap isu-isu kampus maupun sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, Rektor Umri Dr Saidul Amin, MA., dalam arahannya menyampaikan pesan mendalam kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi serta membangun gaya komunikasi yang autentik di tengah era disrupsi yang terus berkembang.

“Setiap orang bisa menyampaikan pesan yang sama, namun cara Anda mengemas dan menyampaikannya lah yang membuat Anda berbeda dari yang lain. Jadilah pemimpin yang memiliki ciri khas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rektor Umri mengingatkan bahwa tantangan masa depan tidak akan semakin mudah. Menurutnya, perubahan merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari, tetapi harus mampu dikelola dengan baik oleh para pemimpin muda.

“Tantangan yang Anda hadapi ke depan jauh lebih berat. Jika Anda tidak mampu menghadapi perubahan, maka dunia akan tetap berubah dan meninggalkan Anda. Oleh karena itu, jadikan BEM ini sebagai wadah yang mencakup empat aspek penting: tempat belajar, tempat berlatih, tempat berjuang, dan yang paling utama, tempat beribadah,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir.

Dengan dilantiknya kabinet “Gelora Resistensi”, BEM KM UMRI diharapkan mampu menjalankan peran strategis sebagai mitra kampus sekaligus menjadi penyambung aspirasi mahasiswa secara efektif dan konstruktif.

Prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh pimpinan universitas, organisasi kemahasiswaan, serta ratusan mahasiswa. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyampaian ucapan selamat dari berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan Umri. (Walida)