Umri Gelar Orientasi Perdana PPG, Siapkan Guru Profesional Berintegritas

Pekanbaru (umri.ac.id) – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) resmi menggelar orientasi mahasiswa baru Program Profesi Guru (PPG) Tahun 2025. Acara berlangsung secara hybrid di Hotel Pangeran Pekanbaru pada Senin (29/9/2025).
Kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi Umri, karena untuk dipercaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara PPG. Sebanyak 563 mahasiswa dari 600 kuota nasional tercatat resmi bergabung sebagai angkatan perdana.
Ketua Program Studi PPG, Dr. Ardiya, S.S, M.Pd, menyampaikan bahwa program ini merupakan amanah besar dalam menyiapkan tenaga pendidik yang tidak hanya cakap mengajar, tetapi juga berperan membentuk karakter bangsa.
“Jadikan program ini sebagai wadah menumbuhkan disiplin dan membangun integritas. Keberhasilan PPG akan menjadi ilmu berharga bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.
Dekan FKIP, Pratama Benny, M.Pd, menjelaskan bahwa PPG menjadi program studi ke-5 di FKIP. Pada tahap awal, bidang studi yang dibuka adalah PPG Bahasa Inggris. Ke depan, FKIP berencana menambah bidang studi baru sesuai kebutuhan pendidikan nasional.
“Ini momentum penting bagi FKIP Umri yang karena telah dipercaya untuk menyelenggarakan PPG. Program ini nantinya akan berlangsung hingga November dan ditutup dengan yudisium,” jelasnya.
Perwakilan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh LPTK, termasuk Umri, atas komitmen mencetak guru profesional.
“Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembelajar sepanjang hayat. PPG menjadi langkah penting untuk meningkatkan kompetensi, menanamkan karakter, dan mengokohkan sertifikasi guru sebagai bukti profesionalisme,” ungkapnya.
Rektor Umri, Dr. H. Saidul Amin, MA, dalam arahannya menegaskan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas gurunya.
“Jatuh bangunnya sebuah bangsa tidak ditentukan oleh infrastruktur semata, tetapi oleh seberapa besar kepedulian terhadap guru. Guru adalah wakil Tuhan untuk mendidik umat-Nya, bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga membimbing secara moral, adab, dan pengalaman hidup,” ucapnya.
Rektor juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal bersaing di era global.
“Masa depan anak-anak untuk bisa berkompetisi di tingkat internasional ada di tangan guru yang berintegritas, salah satunya dengan penguasaan bahasa Inggris,” tambahnya.
Dengan suksesnya orientasi perdana ini, Umri meneguhkan diri sebagai kampus penghasil guru profesional dan berkarakter, siap mendukung peningkatan mutu pendidikan Indonesia. (Syae)