Ketahanan Pangan Nasional: Rektor Umri Panen Cabai di Hamka Boarding School Kampa

Kampa (umri.ac.id) – Suasana halaman Kompleks Muhammadiyah Hamka Islamic Boarding School di Kampa, Sabtu (20/9) pagi, tampak berbeda dari biasanya. Deretan tanaman cabai yang hijau dengan buah merah menyala siap dipetik, menyambut kedatangan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Dr. H. Saidul Amin, M.A.
Kegiatan panen perdana ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Sejak beberapa bulan lalu, Umri bersama Hamka Boarding School aktif mengembangkan usaha pertanian dan peternakan, mulai dari penanaman cabai, jagung, dan terung hingga pengelolaan peternakan ayam, sapi, dan kambing.
Turut hadir dalam panen cabai perdana tersebut Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri Prof. Dr. H. M. Nazir, M.A., Kepala Sekolah Hamka Boarding School Rahmat, S.Ag., M.Sy., serta Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kampar-3 Ibrahim, S.Pd., M.Si. Dari lahan sekitar setengah hektare, diperkirakan akan dihasilkan setengah ton cabai segar.
Rektor Umri, Dr. Saidul Amin, mengapresiasi langkah Hamka Boarding School yang dinilainya sebagai wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah. “We start with the simple one,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa Hamka Boarding School telah menghadirkan konsep pendidikan yang tidak hanya menekankan kecerdasan akademik, tetapi juga membangun kemandirian siswa.
“Apa yang dilakukan sekolah ini bukan sekadar wacana, tetapi realita. Hamka Islamic Boarding School telah membuktikan bahwa pendidikan berbasis kemandirian bisa diwujudkan dengan baik,” tegasnya.
Menurutnya, program school farming ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam membangun kemandirian pangan. Ia menilai pendidikan yang menanamkan nilai bercocok tanam sejak dini akan melahirkan generasi tangguh menghadapi tantangan hidup.
“Konsep yang dicanangkan Presiden tentang kemandirian pangan tumbuh dan hadir di sini. Anak-anak tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki daya juang,” tambahnya.
Senada dengan itu, Prof. Muhammad Nazir menyampaikan bahwa kegiatan panen cabai adalah simbol pendidikan berkemajuan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah.
“Pendidikan yang baik bukan sekadar melahirkan siswa pandai berhitung, tetapi juga yang mampu berkontribusi nyata bagi lingkungan. Inilah wujud pendidikan Muhammadiyah yang holistik—menggabungkan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Hamka Boarding School, Rahmat menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program school farming yang sudah berjalan beberapa bulan terakhir. Melalui program ini, para siswa belajar menanam, merawat, hingga memanen hasil kebun mereka sendiri.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar itu tidak hanya di kelas. Mereka perlu memahami bagaimana menjaga lingkungan dan membangun kemandirian pangan sejak dini. Itu akan jadi bekal berharga untuk masa depan mereka,” ungkapnya.
Panen cabai pagi itu bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi juga menjadi cerminan bagaimana pendidikan bisa menyatu dengan kehidupan nyata. Anak-anak belajar bahwa kerja keras berbuah hasil, kemandirian dapat ditanamkan sejak dini, dan sekolah adalah ladang untuk menumbuhkan ilmu, keterampilan, sekaligus nilai kehidupan.
Senyum para siswa, kehangatan antara guru, pimpinan Umri, dan tokoh Muhammadiyah menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah akan terus tumbuh berkemajuan, berkarakter Islami, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. (Yoga)