UMRI Gelar FGD Luaran Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Universitas

Pekanbaru (umri.ac.id) – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait luaran pembelajaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) pada Jumat (12/9/2025) pagi di Auditorium lantai 3 Gedung Rektorat Umri. MKWU ini mencakup Al Islam Kemuhammadiyahan, Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Umri Dr H Saidul Amin, MA., beserta jajaran Wakil Rektor, Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Direktur Akademik, Ketua-ketua Lembaga, Koordinator MKWK dan Bahasa, serta dosen di lingkungan Umri.
Dalam arahannya, Dr Saidul Amin menyampaikan bahwa Umri ke depan ditargetkan menjadi universitas rujukan, baik di Riau maupun tingkat nasional. Ia juga menegaskan pentingnya perhatian khusus terhadap dosen yang mengampu mata kuliah Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK).
“Kita harus apresiasi dosen AIK dengan kenaikan honor. Target kita bukan hanya mahasiswa yang paham AIK, melainkan juga melahirkan lulusan yang teguh keimanannya,” tegas Rektor Umri ini.
Ia juga mendorong dosen AIK untuk terus menunjukkan kompetensi terbaiknya sehingga pembelajaran dapat memberikan dampak nyata. Menurutnya, kerja sama antar lembaga dan program studi sangat penting agar setiap mata kuliah wajib universitas memiliki rumusan yang jelas dan memberi pengaruh signifikan bagi mahasiswa.
“Mudah-mudahan FGD hari ini mampu menghasilkan kejelasan dan dampak positif,” tambahnya.
.jpeg)
Wakil Rektor I, Dr Hj Wirdati Irma, SPd MSi., dalam sambutannya menyampaikan bahwa FGD ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan kurikulum universitas yang telah menetapkan 18 SKS mata kuliah wajib. Forum ini dinilainya sangat penting untuk menyelaraskan kembali capaian pembelajaran agar sesuai dengan visi dan misi Umri.
“Kita ingin ada keseragaman di seluruh program studi terkait pelaksanaan mata kuliah ini, sehingga pencirian Umri semakin tampak jelas dan selaras dengan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA). Dengan begitu, setiap prodi dapat menyesuaikan materi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui forum ini diharapkan lahir kader unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter Islami.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Akademik Umri, Dr Jupendri, MIKom., menyebutkan jumlah mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 mencapai 3.019 orang. Menurutnya, capaian ini menunjukkan perkembangan Umri yang semakin pesat sehingga memerlukan perencanaan matang, termasuk dalam penyediaan ruang kelas.
Lebih lanjut ia menjelaskan, FGD kali ini difokuskan pada dua poin utama, yaitu bahan kajian mata kuliah serta capaian pembelajaran yang diharapkan dari setiap MKWU. “MKWU merupakan gabungan antara mata kuliah kurikulum dan mata kuliah pencirian Umri,” jelasnya.
Melalui forum ini, Umri diharapkan semakin mantap melaksanakan kurikulum yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan zaman, tetapi juga meneguhkan identitas keislaman dan kemuhammadiyahan. (Syae)