Perpustakaan UMRI Gelar Bincang Literasi ke-26: “See the World with English”, Ajak Mahasiswa Melek Bahasa Global

Pekanbaru (umri.ac.id) – Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan (UPT Perpustakaan) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi di kalangan mahasiswa. Pada Senin pagi (8/7/2025), Umri menggelar kegiatan Bincang Literasi yang ke-26 dengan tema inspiratif “See the World with English”. Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Umri ini diikuti puluhan mahasiswa lintas program studi yang antusias mengikuti rangkaian sesi yang edukatif dan interaktif.
Tema “See the World with English” diangkat sebagai bentuk respon terhadap pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa global, terutama di era digital dan persaingan internasional yang semakin ketat. Dengan menguasai bahasa Inggris, mahasiswa diharapkan dapat membuka cakrawala berpikir, memperluas jaringan, serta mengakses berbagai peluang akademik dan profesional di tingkat dunia.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber spesial, yaitu warga negara asing asal Amerika Serikat (USA). Dalam sesi perbincangan yang hangat dan menyenangkan, narasumber membagikan berbagai insight menarik tentang bagaimana berinteraksi dengan bahasa Inggris yang efektif namun tetap menyenangkan. Mereka memberikan pengalaman belajar sambil bermain dalam berbahasa Inggris.
Menariknya, acara ini tidak berlangsung dalam format seminar biasa. Mahasiswa diajak untuk aktif berinteraksi melalui sesi permainan seperti simulasi percakapan sederhana dengan narasumber. Hal ini membuat suasana diskusi terasa hidup dan menyenangkan, sekaligus mengurangi kecanggungan dalam menggunakan bahasa asing secara langsung.
Kepala UPT Perpustakaan Umri Dwi Hastuti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menumbuhkan semangat literasi multibahasa di lingkungan kampus.
“Bahasa Inggris bukan sekadar mata kuliah, tapi menjadi modal penting bagi generasi muda untuk bersaing secara global. Lewat Bincang Literasi ini, kami ingin memperkenalkan pendekatan belajar yang tidak kaku, tapi justru menyenangkan dan relevan,” ujarnya.

Dengan digelarnya Bincang Literasi ini, UPT Perpustakaan Umri berharap dapat terus menjadi ruang kolaboratif yang mendorong mahasiswa untuk lebih terbuka terhadap dunia luar, berani bermimpi besar, dan berkomitmen dalam meningkatkan kapasitas diri.
Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama, serta ajakan dari panitia agar mahasiswa tidak ragu memanfaatkan layanan dan program literasi yang disediakan perpustakaan, termasuk kelas bahasa, program peminjaman buku digital, dan pelatihan literasi informasi.
Umri terus melangkah sebagai kampus literasi, membangun generasi pembelajar yang siap menatap dunia—dimulai dari keberanian untuk berbahasa. (Syae)