Wakil Rektor III Resmi Membuka Musda Ke-10 BEM se-Riau

Pekanbaru (umri.ac.id) – Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Ke-10 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Riau pada Kamis (13/2/2025). Acara yang mengusung tema “Peran Strategis BEM se-Riau Menuju Riau Unggul” ini berlangsung di Auditorium Kampus Umri, Jalan Tuanku Tambusai, dan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Wakil Rektor III Umri, Pj Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Pj Wali Kota Pekanbaru yang diwakili Kepala Kesbangpol Kota Pekanbaru, Humas PT Riau Petroleum Rokan, Kepala Satuan Samapta Polresta Pekanbaru yang mewakili Kepala Polresta Pekanbaru, serta Presiden Mahasiswa (Presma) Umri dan Perguruan Tinggi se-Riau.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Umri Dr Jufrizal Syahri MSi, menegaskan bahwa Umri selalu berkomitmen untuk memfasilitasi setiap kegiatan mahasiswa agar dapat berjalan dengan baik dan kondusif. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas organisasi.
“Umri termasuk salah satu kampus yang selalu memfasilitasi kegiatan mahasiswa, dan kami ingin mahasiswa merasa aman dalam setiap aktivitasnya. Mudah-mudahan proses pemilihan Ketua nanti dapat berjalan lancar dan demokratis,” ujar Dr Jufrizal Syahri.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa proses pemilihan dalam organisasi mahasiswa merupakan hal yang biasa terjadi dalam sebuah sistem kepemimpinan. Oleh karena itu, tidak perlu ada kekhawatiran atau ketakutan dalam menjalankan kaderisasi.
“Proses ini adalah bagian dari dinamika organisasi yang wajar dan harus dijalani dengan baik. Ini bukan sesuatu yang menakutkan atau memecah belah, justru menjadi langkah penting dalam melanjutkan kaderisasi kepemimpinan mahasiswa kedepannya,” tambahnya.
Dr Jufrizal juga mengingatkan bahwa sebagai mahasiswa di Provinsi Riau yang memiliki posisi strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, maka kepemimpinan organisasi mahasiswa, termasuk Presiden Mahasiswa, harus memiliki wawasan intelektual yang tidak hanya berskala nasional tetapi juga internasional.
“Karena kita berada di Provinsi yang menguntungkan dan dekat dengan negara tetangga, maka pemimpin organisasi mahasiswa, termasuk Presiden Mahasiswa, harus memiliki intelektual nasional dan internasional. Oleh karena itu, kita harus membangun tingkat kepemimpinan dan organisasi yang berorientasi pada level internasional,” tutupnya.
Perwakilan dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru Hadi Sanjoyo menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa teknologi kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, sehingga mahasiswa harus mampu beradaptasi dan berinovasi.
“Saat ini kita dihadapkan dengan tantangan teknologi dan informasi yang terus berkembang. Tidak ada aspek kehidupan masyarakat yang tidak tersentuh oleh teknologi. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu berinovasi dan menjadikan tantangan ini sebagai peluang, sejalan dengan tema Musda kali ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agent of change (agen perubahan) dan social control (kontrol sosial). Dengan kapasitas intelektual yang dimiliki, mahasiswa harus mampu menyampaikan aspirasi, baik untuk kepentingan mahasiswa itu sendiri maupun masyarakat secara luas.
“Musyawarah Daerah ini menjadi momentum penting bagi BEM se-Riau untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa dan masyarakat. Kita dituntut untuk lebih kritis dan inovatif dalam menyikapi berbagai permasalahan yang ada,” tambahnya.
Presiden Mahasiswa (Presma) Umri Teguh Wardana, menegaskan bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa se-Riau (BEM-Sri) memiliki peran penting sebagai wadah bagi mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi serta mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada di Riau.
“BEM-Sri bukan sekadar organisasi, tetapi juga wadah untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa. Permasalahan yang ada di Riau saat ini harus kita tuntaskan bersama, karena kemajuan Riau ke depan bergantung pada peran aktif kita sebagai mahasiswa,” ujar Teguh Wardana.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam membangun Riau yang lebih baik. Menurutnya, mahasiswa harus hadir sebagai bagian dari solusi dengan pemikiran yang kritis, inovatif, dan konstruktif.
“Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga mahasiswa harus bersatu, berkontribusi, dan memberikan gagasan yang membangun. Kita tidak bisa hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku perubahan,” tambahnya.
Dengan semangat Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 BEM se-Riau, Teguh berharap seluruh peserta dapat menghasilkan rekomendasi yang berdampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat luas.
“Mari jadikan Musda ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam mengawal kebijakan dan membangun Riau yang lebih unggul,” tutupnya. (Walida)