Prodi Keperawatan UMRI Gelar Sharing Session Bersama UniSZA Malaysia Mengangkat Tema “Comprehensive Wound Care: Knowledge, Skills, and Innovation”

Pekanbaru (umri.ac.id) – Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) bekerja sama dengan University Sultan Zainal Abidin (UniSZA) sukses menyelenggarakan sharing session bertema “Comprehensive Wound Care: Knowledge, Skills, and Innovation” secara daring pada Kamis (19/12/2024) siang.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa keperawatan melalui pendekatan ilmiah, keterampilan praktik, dan inovasi teknologi dalam perawatan luka.

Ketua Program Studi Keperawatan Umri Ns. Pratiwi Gasril, M Kep Sp Kep K secara resmi membuka acara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini dan menekankan pentingnya sinergi lintas institusi dalam mengembangkan ilmu keperawatan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Acara ini menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidang perawatan luka Ns. Juli Widiyanto, S Kep M Kes Epid (Universitas Muhammadiyah Riau) dan Prof Madya Dr Zainab binti Mohd Shafie (University Sultan Zainal Abidin).

Ns. Juli Widiyanto membawakan materi tentang “Management of Diabetic Foot Ulcer”. Ia mengupas tuntas pendekatan komprehensif dalam penanganan luka kaki diabetik, mulai dari identifikasi faktor risiko hingga strategi pencegahan komplikasi.

“Pendekatan komprehensif dalam penanganan luka kaki diabetik sangatlah penting untuk mencegah komplikasi serius, termasuk risiko amputasi. Dengan melibatkan tim multidisiplin perawat, dokter, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lainnya, kita dapat memberikan perawatan yang optimal dan berfokus pada penyembuhan yang efektif bagi pasien diabetes,” paparnya.

Selain itu, Ns. Juli juga menyoroti pentingnya pengelolaan multidisiplin yang melibatkan perawat, dokter, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lainnya untuk menurunkan risiko amputasi pada pasien diabetes.

Prof Madya Dr Zainab binti Mohd Shafie (University Sultan Zainal Abidin) menyampaikan wawasan mendalam tentang “Wound Care secara General” mencakup prinsip dasar perawatan luka, inovasi teknologi terbaru, hingga metode efektif untuk luka akut dan kronis.

“Perawatan luka yang efektif tidak hanya bergantung pada teknologi modern seperti balutan berbasis nanoteknologi, tetapi juga pada edukasi pasien yang komprehensif. Kombinasi ini mampu mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan kualitas hidup pasien, baik untuk luka akut maupun kronis,” katanya.

Beliau juga memperkenalkan terapi modern seperti balutan berbasis nanoteknologi dan menekankan pentingnya edukasi pasien dalam mendukung proses penyembuhan.

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa keperawatan dari Umri dan UniSZA yang antusias mengikuti setiap sessinya. Diskusi interaktif antara narasumber dan peserta menjadi salah satu daya tarik utama, di mana peserta aktif berbagi pengalaman dan bertanya tentang tantangan serta solusi praktis dalam perawatan luka.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat edukasi tetapi juga membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara Umri dan UniSZA dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, khususnya di bidang keperawatan. (Rls)