Hadirkan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, UMRI Lakukan Penguatan Penjaminan Mutu Pimpinan Perguruan Tinggi

Pekanbaru (Umrinews) – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) semakin gencar menyempurnakan kualitas institusi pendidikannya, semangat ini dituangkan dengan pelaksanaan rangkaian kegiatan Penguatan Penjaminan Mutu Pimpinan Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Riau yang dibuka hari Selasa (16/07) pagi.

Bertempat di Auditorium Gedung Rektorat Umri, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh unsur Pimpinan Umri. Tampak hadir Ketua Program Studi (Prodi) hingga tingkat Rektor Umri serta menghadirkan Anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Budhi Akbar MSi yang diundang sebagai pemateri penguatan tersebut.

Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 3 hari ini (6-8/7/2024) memiliki tiga tujuan utama, disebut Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Kontrol Mutu (LP2KM) Umri Risnal SKom MTI dalam laporannya.

“Tujuan pertama adalah untuk mempersiapkan diri dalam menjawab kriteria pertama terkait visi, misi dan tujuan Program Studi yang diturunkan kepada kurikulum serta menjawab kriteria kedua terkait mutu program studi. Dan di tahun 2025, ada 40 persen Prodi yang habis masa akreditasinya, tahun 2025 juga menjadi pencapaian target Akreditasi Perguruan Tinggi minimal Baik Sekali” sebutnya.

Dengan besarnya target akreditasi tersebut, LP2KM dengan serius melaksanakan kegiatan ini selama 3 hari kedepan. “Hari ini pesertanya dari struktural Fakultas, 2 hari kedepan agenda penguatan bagi Gugus Kendali Mutu (GKN) dan Unit Penjamin Mutu (UPM) Umri yang ada di Fakultas dan Prodi masing-masing,” ujar Risnal.

Menilai pentingnya output kegiatan ini, Rektor Umri Dr H Saidul Amin MA meminta seluruh pihak terkait untuk mulai mengubah pandangan mengenai peningkatan mutu. Disebutnya, penjaminan mutu bukan sebatas sistemik, tapi harus saling terkait seperti sebuah ekosistem. “Penjaminan mutu seperti ekosistem, tidak ada satu sistem pun yang tidak terlibat, penjaminan mutu harus utuh dan masing-masing memiliki timbal balik,” kata Saidul Amin.

Lebih jauh, Saidul Amin berharap hal terkait peningkatan mutu ini harus diperhatikan oleh seluruh pihak yang terkait. Tugas besar ini menurutnya tidak cukup dilakukan hanya oleh Pimpinan, namun juga harus muncul dari bawah. Selain itu, penjaminan mutu ini harus menjadi satu keinginan yang sama dan semangatnya dilaksanakan hingga ke level akar rumput (grassroot). “SPMI juga dimulai dari penetapan standar, kemudian ada pemetaan mutu, perencanaan, implementasi dan terakhir evaluasi. Kalau semua tahapan ini dilaksanakan dengan sempurna, yakinlah akreditasi unggul bisa menjadi realita,” tutupnya. (Bang Upi)