Jadi Narasumber Dalam Program Perkampungan Sunnah di Perlis-Malaysia Rektor Umri Beri Pemahaman Jihad

Pekanbaru (Umrinews) – Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr. Saidul Amin menjadi salah satu narasumber dalam seminar Jihad pada Program Perkampungan Sunnah yang ditaja oleh Kerajaan Negeri Perlis Melalui Jabatan Mufti dan dibuka secara resmi oleh Raja Muda Perlis Tuanku Syed Faizuddin Putera Jamalullail.
Program Perkampungan Sunnah tahun ini mengusung tema Jihad Memartabatkan Dakwah, Mempertahankan Ummah dilaksanakan pada Jum’at-Ahad (3-5/05/2024), yang dilangsungkan di Masjid Alwi, Kangar Perlis – Malaysia ini dihadiri lebih dari 50 ribu pengunjung.
Inti dari acara ini ialah seminar JIHAD yang mendatangkan 50 pembicara dari negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, Thailand dan Singapura. Mufti Perlis Prof MAZA menyatakan bahwa tujuan seminar ini untuk meluruskan defenisi JIHAD yang selama ini selalu dirigidkan pihak tertentu dan diremehkan pihak lain. Sehingga dengan acara ini jihad itu akan dipandang sebagai ruh dakwah dan kemajuan Ummah.
Dalam pemaparannya, Rektor UMRI Dr. Saidul Amin menyampaikan ceramah berjudul Jihad Menghadapi Perang Pemikiran menyatakan bahwa hal ini bukan sesuatu yang baru. Sebab upaya merusak mindset ummat itu sudah ada semenjak zaman awal pertumbuhan dimana kelompok elit di Mekkah berupaya memberikan gambaran yang negatif terhadap keperibadian Rasul SAW sebagai tukang sihir bahkan orang gila.
Lebih jauh Saidul Amin melanjutkan bahwa perang pemikiran hari ini hanyalah kelanjutan dari masa lalu yang telah dimodifikasi. Secara umum, ada beberapa metode yang dilakukan untuk merusak ajaran Islam dari aspek pemikiran, yaitu: pertama, tasykik atau membuat umat Islam meragui ajaran agamanya. Kedua, taswiyah yaitu menimbukkan sikap inferiority di kalangan umat Islam sehingga mereka merasa kecil dan lemah di antara penduduk alam semesta.
Kemudian yang Ketiga, Taghrib atau westernisasi yang membuat umat berfikir bahwa kebenaran dan kebaikan itu hanya ada di barat dan akhirnya mereka mendewakan barat. Dan terakhir adalah Hedonisme dimana umat khususnya generasi dipandu untuk menganggap bahwa kehidupan di dunia ini hanya untuk bersenang-senang saja, life just for fun.
“Untuk itu umat harus siap menghadapi hal tersebut dan berupaya menangkalnya, seperti yang pernah dilakukan Rasul SAW dengan memperkokoh keimanan dan memberikan pemahaman yang utuh terhadap ajaran Islam,” pungkasnya.