Syiar Ramadhan 1445 H. UMRI Gelar Ramadhan Ceria

Pekanbaru (Umrinews) – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau didampingi Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) serta Ketua Lembaga Al Islam Kemuhammadiyahan (LAIK) UMRI menggelar coffe morning dan konferensi pers terkait tentang penetapan bulan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah 1445 H. oleh Persyarikatan Muhammadiyah serta menyampaikan kegiatan rangka Syiar Ramadhan di kampus Umri dalam rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1445 Hijriah.
Ketua PWM Riau Dr Hendri Sayuti M Ag menyampaikan data dan kesimpulan sebagaimana dimuat dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor: 1/MLM/I.0/E/2024 tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1445 Hijriah yang berdasarkan hasil Hisab hakiki Majelis wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
"Hisab Hakiki adalah metode hisab yang berpatokan pada gerak benda langit, khususnya matahari dan bulan faktual. Gerak dan posisi bulan dalam metode ini dihitung secara cermat untuk mendapatkan gerak dan posisi bulan dalam metode ini dihitung secara cermat untuk mendapatkan gerak dan posisi bulan yang sebenarnya dan setepat-tepatnya sebagaimana adanya," kata Hendri Sayuti di depan awak media Jumat (8/3/2024).
Selain itu ia juga menjelaskan wujudul hilal adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pada saat matahari terbenam, bulan belum terbenam. Dengan perkataan lain bulan terbenam lebih terlambat dari terbenamnya matahari berapa pun selisih waktunya, dengan istilah geometrik pada saat matahari terbenam posisi bulan masih di atas ufuk berapa pun tingginya.
"Untuk menetapkan tanggal 1 bulan kamariah dalam konsep hisab hakiki wujudul hilal terlebih dahulu harus terpenuhi tiga kriteria secara kumulatif yaitu sudah terjadi ijtimak antara bulan dan matahari, ijtimak terjadi sebelum terbenam matahari dan ketika matahari terbenam bulan belum terbenam atau bulan masih berada di atas ufuk," jelasnya.
"Dan setelah dilakukan pengkajian secara detail dan seksama oleh akhirnya Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memutuskan 1 Ramadhan atau hari pertama puasa Ramadhan 2024 jatuh pada Senin, 11 Maret 2024. Sementara itu, awal bulan Syawal atau Idul Fitri 2024 bertepatan pada Rabu, 10 April 2024 dan keputusan tersebut tertuang dalam surat penetapan Hasil Hisab Awal Ramadhan, 1 Syawal, dan 10 Zulhijah 1445 H yang ditandatangani Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas dan Sekretaris Atang Solihin," tambah Hendri Sayuti.
Disamping itu Rektor Umri Dr Saidul Amin MA mengatakan kampus Umri selaku Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tentu memberikan sikap untuk menyambut bulan Ramadhan ini dengan penuh kegembiraan.
"Konsep yang kita lakukan itu masih sama dengan Ramadhan sebelumnya dan bagaimana ramadan di Umri berbeda dengan kampus lain sebab sebab di kampus ini ada nilai-nilai keislaman ada nilai-nilai kemuhammadiyahan yang harus sebanding sehingga Umri harus mampu menjadi miniatur dari Muhammadiyah," kata Saidul Amin.
Selain itu ia juga menyampaikan di hadapan awak media bahwa tema Ramadhan yang di pilih adalah 'Ramadan Ceria Mencerahkan Semesta' bertujuan menyemarakkan Ramadhan dengan amal-amal yang saleh dan dapat mewariskan ketaqwaan.
"Dengan itu kita nantinya akan melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid Baitul Hikmah agar malam-malam Ramadan terasa indah serta akan ada lomba Tahfidz Quran untuk tingkat mahasiswa dan SMA, MA sederajat, dan akan ada semacam pelatihan training yang tujuannya revitalisasi pemahaman Al Islam Kemuhammadiyahan sebab pemahaman tersebut akan harus tetap diadakan pembaharuannya jadi ada upaya untuk senantiasa mengasihi dan mengasuh pemahaman dan pengamalan kita terhadap ajaran Islam dan kecintaan kita terhadap Muhammadiyah," paparnya.
Ia juga menambah pada 2 April mendatang Umri akan mengadakan tabligh akbar sekaligus menyerahkan santunan kepada 500 orang fakir miskin selama bulan Ramadan dan akan mengundang salah satu ulama Riau yang ternama untuk mengisi tausyiah di kampus Umri.
"Doa-doa saudara kita tersebut juga sangat penting bagi memajukan Muhammadiyah serta Umri dan nanti yang terakhir sekali semua proses ini ditutup dengan Idul Fitri itu Rabu 10 April 2024 di kampus ini juga kita adakan shalat Idul Fitri yang paling penting agar orang ramai datang tentu hadirnya harus kita siapkan yang terbaik pula," tutupnya. (Walida)