FMIPA Kesehatan UMRI Taja FGD Akselerasi Akreditasi

Pekanbaru (Umrinews) – Setelah menyelesaikan akreditasi beberapa waktu yang lalu, program studi Farmasi Fakultas MIPAKes Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) kembali berpacu dalam menyempurnakan pendidikannya. Semangat ini dituangkan dalam focus group discussion (FGD) bertajuk “Akselerasi Akreditasi dan Pendirian PSPA” yang diselenggarakan di ruang rapat pimpinan pada Selasa (23/01) pagi. Tampak hadir Rektor Umri Dr Saidul Amin, Wakil Rektor I Umri Dr Wirdati Irma SPd MSi,  Bendahara Badan Pembina Harina (BPH) Umri Yuslim SE MM, serta Ka. Prodi dan seluruh dosen program studi Farmasi.

Akselerasi ini dipandang penting, sebut Saidul Amin, menimbang betapa pentingnya Profesi Apoteker. “Farmasi ini luar biasa beratnya, untuk meracik obat itu tidak boleh sembarangan. Terlalu banyak bisa bahaya, kurang sedikit tak bisa sembuh,” ujarnya di hadapan Prof Dr apt Yandi Syukri MSi yang dihadirkan sebagai pembicara utama dalam kegiatan tersebut.

Saidul juga mengatakan saat ini farmasi masih terus memperbaiki diri, terutama melihat keterbatasan yang dimiliki Prodi Farmasi saat ini. “Farmasi ini peminatnya banyak, tapi fasilitas kami masih terbatas. Saat ini kami tidak hanya berharap tapi sudah bermimpi akreditasi Prodi Farmasi kami bisa meraih unggul seperti Prodi Hukum sebelumnya,” harapnya.

Terakhir, Rektor Umri berharap dengan dilaksanakannya FGD ini akan muncul banyak klu dan informasi yang bisa diserap agar bisa segera bertransformasi menjadi lebih baik dalam waktu yang singkat. ”Baguru ka nan cadiak, maambiak tuah ka nan hebat, itulah makna kedatangan Prof Yandi di hadapan kita hari ini” tutupnya.

Meskipun begitu, Prof Dr apt Yandi Syukri MSi, tidak meragukan usaha keras Umri terutama Prodi Farmasi dalam upayanya meraih akreditasi yang lebih baik sekaligus pembukaan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) ini. “Saya sering menjadi assesor untuk Universitas Muhammadiyah sehingga saya memahami kondisinya dan melihat nilai positif. Perguruan Tinggi Muhammadiyah itu saling terkait, saling membantu, sehingga rasanya tidak sulit untuk meraih akreditasi tersebut,” yakinnya.

Sebagai Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), Yandi juga dengan senang hati akan membimbing dan membantu berdirinya Program Studi Profesi Apoteker di Umri sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Bang Upi)