UMRI Gelar Sosialisasi Peningkatan Prestasi Mahasiswa Pada Ajang PIMNAS

Pekanbaru (Umrinews) – Beberapa unsur kelembagaan di Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) yang terdiri dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Kontrol Mutu (LPPKM), dan Lembaga Al Islam Kemuhammadiyahan (LAIK) menggelar sosialisasi guna meningkatkan prestasi mahasiswa untuk lolos pada ajang Pimnas.
Kegiatan yang di selenggarakan di Auditorium Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Umri, Kepala Lembaga, Dekan Fakultas, beserta Wakil-wakil Dekan, Ka. Prodi, dan para dosen di lingkungan Umri pada Kamis (11/01/2024) pagi.
Wakil Rektor III Umri, Dr. Jufrizal Syahri, M.Si., mengatakan untuk sosialisasi di tahun 2024 Umri sengaja mengundang narasumber yakni Dr. Andi M. Irfan Taufan Asfar, ST., MT., S.Pd., M.Pd., yang merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Bone melalui pertemuan secara Virtual.
"Walaupun pertemuan ini kita adakan secara virtual, mudah-mudahan nanti akan ada sesuatu hal yang berbeda yang disampaikan oleh narasumber kita, maka kepada Bapak Ibu Dekan, Ka. Prodi dan juga para dosen yang hadir pada hari ini, dapat mengikuti kegiatan ini dengan seksama," ujar Jufrizal.
Lebih lanjut, Jufrizal juga berharap setelah sosialisasi bersama Dr. Andi M. Irfan Taufan Asfar, kira Umri dapat meningkatkan peluang untuk lolos pada ajang PKM. "Tentu beliau yang mengetahui trik dan kami berharap bagaimana manajemen waktu sehingga nantinya mahasiswa kita dapat lolos pendanaan PKM. Bagi Bapak Ibu Dekan, Wakil-wakil Dekan, Ka. Prodi, dan dosen di setiap akhir semester dan akhir tahun kita akan melaporkan hasl kinerja utama kita. Hal ini tentu akan menjadi kinerja bagi kita di Fakultas sampai Prodi," harap Jufrizal.
Dr. Andi M. Irfan Taufan Asfar, dalam pemaparan materi dan diskusinya berujar bahwa ada beberapa poin penting bagi dosen dan mahasiswa agar dapat lolos pada pendanaan PKM. "Sebenarnya, mendampingi mahasiswa tidak hanya Dosen saja namun juga perlu kita berkolaborasi dengan alumni-alumni Pimnas. Selain itu juga Dosen dan mahasiswanya harus juga membangun Chemistry dan ini yang sangat penting sekali yaitu berbagi cerita dan pengalaman dengan Dosen ataupun seniornya," ujarnya.
Selain itu, ia juga menyebutkan agar pendampingan mahasiswa untuk mengikuti Pimnas sudah dapat dilakukan di awal Januari 2024. Hal ini diperlukan untuk mempersiapkan langkah awal mulai dari pembuatan proposal dengan matang.
"Kita harus membaca dari awal sampai akhir bagaimana bentuk-bentuk PKM, dan nanti kita dapat mengetahui bagaimana PKM itu sebenarnya. Ketika mahasiswa mulai membuat proposal, kita harus melihat dengan detail dari awal hingga akhir dan penyebab kenapa banyak yang tidak lolos karena kurang detail dalam proposalnya," terangnya. (Walida)