UMRI Gelar Muhasabah Akhir Tahun

Pekanbaru (Umrinews) – Mengakhiri tahun 2023, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melakukan kegiatan Muhasabah Akhir Tahun dengan menghadirkan penceramah Drs. H. Azwir Muin Domo yang dilaksanakan pada Jum’at (22/12/2023) pagi bertempat di Auditorium Umri.
Kegiatan yang mengambil tema Peningkatan Al Islam Kemuhammadiyahan ini dihadiri Rektor Umri Dr. Saidul Amin, MA beserta seluruh Wakil-wakil Rektor, Badan Pembina Harian (BPH) Umri, serta seluruh civitas akademika dan keluarga besar Umri.
Dalam pengarahannya, Rektor Umri meminta seluruh civitas akademika dan keluarga besar Umri agar jangan menjadikan AUM itu sebagai tempat singgah. “Mengutip perkataan Ketua Umum PPM Prof. Haedar Nasir agar PTM jangan dijadikan tempat singgah, disini tempat kita beramal, disini tempat kita berjihad, maka lakukan yang terbaik. Aroma Al-Islama Kemuhammadiyahan itu harus wujud di Umri,” ujarnya.
Lebih lanjut Ia juga menyampaikan, agar karyawan dan dosen Umri memunculkan inovasi-inovasi dan kreatif. “Jangan lagi staff bekerja apa adanya seperti air mengalir, coba berfikir dan layani mahasiswa kita dengan penuh kesantunan dan dengan sepenuh hati,” pungkasnya.
Dalam ceramahnya, Drs H Azwir Muin Domo mengatakan sebagai umat Islam yang memiliki integritas dan juga memiliki ilmu serta menjadi jembatan penyampai ilmu tersebut kepada para mahasiswa. "Seorang pendidik itu ayah dan ibu maka menyampaikan ilmu itu terjadi dari hati ke hati, maka dosen juga harus merasa bangga ketika muridnya lebih pintar dari pada dia," ujarnya.
Selain itu ia juga menyampaikan betapa pentingnya seorang muslim memiliki akhlak yang baik sebab seseorang yang memiliki akhlak yang baik pasti ia seorang yang cerdas. "Tolong kita hidupkan kembali apa yang sudah dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW bahwa masyarakat madani mempunyai akhlak yang mulia maka kehidupan pun akan indah. Hal ini tentu dimulai bagaimana ia melaksanakan shalat," katanya dihadapan jamaah.
Lebih lanjut ia menjelaskan mengenai khaira ummah dimana ini merupakan umat yang memiliki sifat atau karakter cinta ilmu dan cinta profesi. Sebagaimana dalam Al-Qur'an pada Surat Al-Alaq adalah Iqra' atau menyeru untuk membaca. "Kapan baru jadi khaira ummah jika kita mulai membaca atau qiroatul Qur'an yang mana membaca Al Qur'an sesuai dengan pelafalan/pengucapan Al Qur'an berdasarkan sanad-sanad-nya. Tidak apa-apa jika terbata-bata karena akan menjadi pahala namun jangan sampai berhenti," jelas Ustadz Azwir.
Ia juga berharap kepada mahasiswa Umri agar dapat meneliti sekolah untuk melihat berapa jumlah peserta didik yang tidak bisa membaca Alquran.
"Pada akhir tahun ini kita serius kembali bertekad bulat menjadi umat yang hebat, dan jika saudara sekalian mengerti ajaran agama maka nantinya Umri bisa berperan terutama menanggulangi buta huruf, sebab kalau kalian mengerti ajaran agama kalian kata Nabi Muhammad, Umri bisa berperan menanggulangi buta huruf dan tentu juga bisa menguasa politik, ekonomi dan pendidikan," pungkas Azwir Muin Domo. (Walida)