Rektor Umri Hadiri dan Serahkan Bantuan Untuk Palestina dalam Rangka Tabligh Akbar Milad ke-111 Muhammadiyah

Pekanbaru(Umrinews) - Bersempena dengan Milad Milad ke 111 Muhamamdiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau menggelar Tabligh Akbar sekaligus aksi peduli Palestina di lapangan Masjid Agung An Nur, Pekanbaru, pada Jumat pagi (1/12/2023). 

Dalam kegiatan ini turut hadir Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau dan Daerah, Gubernur Riau, Ketua Pimpanan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) serta ribuan warga Muhammadiyah. 

Rektor Umri Dr Saidul Amin MA dalam orasinya saat penggalangan dana untuk palestina menyampaikan empat hal penting mengapa harus membantu negara Palestina. 

"Yang pertama karena kita adalah manusia, anda tidak perlu menjadi orang islam untuk membantu Palestina anda cukup menjadi manusia itu sudah menjadi alasan untuk bisa membantu," katanya. 

Selain itu ia berujar apa yang dilakukan zionis Israel merupakan sesuatu yang sudah diluar citra kemanusiaan, apalagi ini terjadi di bumi Palestina yang turut campur tangan dalam kemerdekaan Indonesia. 

"Maka sebagai warga Negara Kebangsaan Republik Indonesia (NKRI) yang kemerdekaannya pertama kali diakui oleh Mesir dan Palestina, kita harus membalas budi tersebut," ujar Saidul Amin di hadapan ribuan warga Muhammadiyah pagi itu. 

Lebih lanjut ia menyebut bahwa orang muslim tidak akan sempurna imannya andai kata dia tidak mencintai suadaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. 

"Yang terakhir karena kita orang Muhammadiyah. Dan Muhammadiyah melalui Prof K H Abdul Kahar Muzakkir pada tahun 1937 mengumpulkan 30 ormas islam yang ada di Indonesia untuk menyampaikan kemerdekaan Palestina. Jadi sebelum negara ini ada Muhammadiyah sudah menyokong kemerdekaan Palestina," sebutnya yang disambut riuh oleh peserta tabligh akbar pagi itu. 

Disamping itu Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau, Dr Hendri Sayuti, M Ag menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran semua tamu undangan dan warga perserikatan karena sejak jam 5 pagi sudah memenuhi masjid An Nur Provinsi Riau. 

"Alhamdulillah di hari Jumat yang cerah dan lumayan terik ini kita melaksanakan resepsi puncak Milad Muhammadiyah Provinsi Riau yang ke-111," ucapnya penuh syukur. 

Turut hadir dan memberikan sambutan Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution juga turut mengucapkan selamat atas milad Muhammadiyah dan berharap kegiatan yang ditaja oleh PW Muhammadiyah Riau bisa berjalan lancar dan mendapat keberkahan dari Allah SWT. 

"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan mendapatkan keberkahan. Selamat Milad Muhammadiyah ke-111, bersama kita hadapi tantangan peradaban," tutupnya. 

Ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015, Prof Dr K H Muhammad Sirajuddin Syamsuddin M A Ph D, mengajak seluruh warga Muhammadiyah memanjatkan rasa syukur kepada Allah Swt sebab organisasi yang dicintai sekarang sudah berusia 111 tahun. 

"Apa yang menjadi kekuatan Muhammadiyah sehingga bisa bertahan dalam lintasan sejarah lebih dari 100 tahun dan masih tetap berkiprah bagi bangsa dan umat manusia tiada lain karena keikhlasan warga Muhammadiyah," jelas Din Syamsudin. 

Selain itu menjelaskan bahwa bermuhammadiyah semata-mata untuk mencari ridho Allah Swt, selain itu warga Muhammadiyah juga sedang berjuang di jalan Allah Swt. 

"Apapun yang bisa kita sumbangkan kepada organisasi baik harta benda maupun pikiran dan tenaga itu semua adalah bentuk jihad kita fisabilillah, saya berharap Muhammadiyah di Riau semoga semakin berkiprah semakin memberi manfaat pada masyarakat luas," harapnya. 

Selain itu ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat terutama warga Muhammadiyah untuk memilih pemimpin sebab saat ini seluruh masyarakat sedang menghadapi tahun politik. 

"Dengan adanya pemilu dan pilpres 2024 saya berpesan kepada semua bahwa memang organisasi Muhammadiyah menurut khitah yang kita amalkan sejak 1971 hingga dewasa ini bahwa Muhammadiyah secara keorganisasian tidak mempunyai hubungan struktural organisatoris serta tidak berafiliasi partai politik manapun. namun pimpinan organisasi memberi kebebasan kepada warga Muhammadiyah untuk menentukan pilihan masing-masing" ujarnya. 

Ia berharap dengan mengedepankan akal budi, akal sehat dan hati nurani maka simpatisan Muhammadiyah bisa memilih pemimpin yang memiliki kebangsaan yang kuat. 

Pada akhir tausyiahnya ia juga terus mengingatkan bahwa seluruh masyarakat harus memperjuangkan kemerdekaan Palstina yang saat ini dijajah oleh Zionis Israel. 

"sangat wajar jika kita memperjuangkannya sebab itu juga bentuk balas budi kita rakyat Indonesia dengan terus membela perjuangan rakyat Palestina untuk kemerdekaannya, sebab itulah yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 dengan mengenyah segala bentuk penjajahan dari muka bumi," pungkasnya.  

Selain itu dalam acara ini juga dilakulan penyerahan bantuan dari Tenaga Kerja Indonesia yang ada di Malaysia dengan menyerahkan bantuan kepada Palestina melalui Umri sebanyak RM 23.000 dan Rp56.000.000 juta. Serta Umri juga menyumbang sebanyak Rp. 110.000.000 juta. (Walida)