Rektor Umri Hadiri Seminar Ekonomi Pemuda Riau

Pekanbaru (Umrinews) -  Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Dr. Saidul Amin MA., hadiri kegiatan Seminar Ekonomi Pemuda Riau yang di taja oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Riau dengan tema 'Hilirisasi Kelapa Sawit dan Pengelolaan Migas Riau Demi Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Riau' di Hotel Aryaduta, pada Jumat (24/11/2023) siang. 

Dalam materinya, Dr Saidul Amin MA. mengatakan sawit merupakan tanaman yang masuk ke Indonesia pada tahun 1848, dibawa dari Mauritius Amsterdam oleh seorang warga Belanda, yang menurutnya tumbuhan ini belum mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Riau. 

"Kita belum mampu menghadirkan tanaman lain yang lebih efisien yang lebih canggih dari pada sawit. Yang sampai sekarang menjadi masalah adalah kita memiliki kurang lebih 4 juta sawit namun kebermanfaatannya tidak seperti yang kita harapkan," kata Saidul Amin. 

Ia menyebut perlu ada kebijakan yang mana sawit dapat menguntungkan semua pihak terutama di daerah yang ditumbuhi sawit. "Kalaulah 4 juta hektar sawit ini dapat dikelola dengan bagus, baik pelaksanaanya, kebijakannya dari pemerintah, saya yakin tidak ada masyarakat Riau yang putus sekolah," jelas Saidul Amin.

Lebih lanjut, Rektor UMRI berujar bahwa perlu edukasi untuk masyarakat yang tinggal di daerah tumbuhnya pohon sawit, sebab ia merasa masyarakat juga perlu paham bagaimana memiliki kesejahteraan yang baik. 

"Di daerah-daerah tertentu di Riau perlu ada edukasi, sebab di beberapa daerah tertentu masih banyak masyarakat menyalahgunakan hasil kerjanya untuk membeli narkoba," lanjut Saidul Amin. 

Ia berharap nantinya perguruan tinggi di Provinsi Riau dapat memiliki jurusan mengenai tumbuhan sawit dan menjadi center of excelent. "Karena dari hulu ke hilir kita ditanami sawit maka pusat penelitian tumbuhan ini ada di Riau nantinya, selain itu kita juga membutuhkan pendidikan yang mendukung untuk generasi muda sehingga Riau lebih baik di masa yang akan datang. Artinya sawit di Riau menjadi sesuatu yang menyelesaikan masalah bagi kesejahteraan rakyat," harap Direktur KDEKS Riau ini. (Walida)