Bincang Literasi Jilid Ketujuh; Fenomena Boikot Produk Pro Israel

Pekanbaru (Umrinews) - Bincang Literasi merupakan salah satu program unggulan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) yang dilakukan satu kali dalam sebulan yang bertujuan untuk meningkatkan minat literasi dikalangan mahasiswa dan masyarakat. Dalam Bincang Literasi edisi ketujuh yang digagas oleh UPT. Perpustakaan Umri yang dipusatkan di Auditorium Lt. 3 Gedung Rektorat Umri ini, diikuti oleh puluhan mahasiswa pegiat literasi dari berbagai Fakultas di Umri serta kalangan umum pada Kamis (23/11/23) pagi.
Kegiatan Bincang Literasi kali ini mengangkat tema Fenomena Boikot Produk Pro Israel ini, dihadiri narasumbernya Dr. Jupendri seorang pakar Komunikasi Politik dari Fakultas Ilmu Komunikasi Umri.
Dalam pemaparannya, Jupendri menjelaskan bahwa boikot adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk menghentikan invasi Israel ke Palestina. “Upaya untuk menghentikan invasi ke Palestina salah satunya dilakukan memboikot pembelian produk yang pro Israel. Hal ini akan dapat memukul perekonomian negara pendukung Israel dimana diduga bahwa mereka adalah sebagai penyumbang kekuatan perjuangan Israel,” ujar Direkur Akademik dan Kemahasiswaan UMRI.
Lebih lanjut, Jupendri menyatakan boikot dari sisi politik salah satunya dengan memulangkan kembali duta besar Israel dari negaranya. “Boikot politik juga dilakukan oleh beberapa negara dengan cara meminta duta besar mereka untuk pulang ke negara asalnya,” ujarnya.
Jupendri juga menyampaikan bahwa perdebatan boikot menjadi suatu yang memiliki bentuk positif dan negatif. “Boikot dimana sisi positif dapat memukul perekonomian negara pendukung Israel namun sisi negatif memberikan dampak akan munculnya banyak pengangguran yang disebabkan banyaknya perusahaan yang akan gulung tikar. Tapi momen ini tentunya akan menjadi tantangan dan peluang kepada pengusaha lokal terutama UMKM dalam menciptakan produk yang sejenis yang diboikot,” pungkasnya.
Kegiatan Bincang literatur ini di tutup dengan sejumlah diskusi yang menjawab pertanyaan dari para peserta.