Amien Rais Beri Pencerahan Di Pengajian Bulanan UMRI

Pekanbaru (Umrinews) – Di sela-sela agendanya di Pekanbaru, Prof. Dr. H. M. Amien Rais, MA., yang merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 1995 - 1998 menyempatkan diri untuk hadir dan memberikan Tausyiah pada kegiatan Pengajian Rutin Bulanan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), pada Jum’at (06/10) Pagi di Auditorium Lt.3 Gedung Rektorat Umri.

Pengajian bulan ini dihadiri oleh ratusan Civitas Akademika dari unsur Badan Pembina Harian (BPH), Pimpinan Umri, Dosen dan Tenaga Kependidikan dilingkungan Umri. Tampak hadir Ketua PW Muhammadiyah Riau Dr. Hendri Sayuti, M.Ag., beserta jajaran PW Muhammadiyah Riau dan unsur PD Muhammadiyah Kota Pekanbaru.

Rektor Umri sangat menghargai kehadiran salah satu tokoh dan sesepuh Muhammadiyah tersebut, Saidul Amin menyebut pentingnya peran Amien dalam sejarah berdirinya Umri di tanah Bumi Lancang Kuning ini. Menurutnya, salah satu alasan utama berdirinya Umri kala itu berawal dari kritik Amien Rais yang menyatakan kekhawatirannya mengetahui bahwa Riau merupakan salah satu dari 3 Provinsi yang belum memiliki Universitas. “Hanya orang yang tidak tahu sejarah Umri yang tidak mengenal peran pak Amien dalam pendirian Umri”, ujar Saidul Amin menutup kata sambutannya.

Senada, Ketua PW Muhammadiyah Riau Dr. Hendri Sayuti, M.Ag., menyampaikan rasa bahagianya atas kehadiran salah satu tokoh besar di Muhammadiyah tersebut. Menurutnya Amien Rais merupakan sosok yang begitu peduli dan bertanggungjawab terhadap masa depan bangsa. “Beliau tidak bisa tidur selagi masih ada satu saja masalah bangsa yang melenceng ke kanan atau ke kiri”, sebutnya. Hendri berharap tausyiah Amien Rais nantinya bisa membuka wawasan baru kepada seluruh yang hadir mengenai tugas yang harus dilakukan kedepannya untuk memajukan bangsa sesuai cita-cita Muhammadiyah.

Amien Rais dalam tausyiahnya menekankan pada topik Kemuhammadiyahan. Amien menyampaikan bahwa Muhammadiyah merupakan “the biggest Islamic organisation in the whole world”. Simpatisan Muhammadiyah tidak terbatas hanya pada anggota yang tercatat dan memiliki kartu anggota saja. “Di pelosok di gunung-gunung kita juga punya simpatisan Muhammdiyah”, ujarnya.

Besar di keluarga fanatik Muhammadiyah, Amien Rais meniti pendidikannya di jenjang pendidikan milik Muhammadiyah. Menurutnya, itu merupakan salah satu cara didikan orangtuanya agar kecintaan dan kepercayaannya terhadap Muhammadiyah utuh. Ia menilai ini merupakan salah satu cara yang baik dalam menumbuhkan jiwa kader di keluarga anggota Muhammadiyah.

Amien juga meminta kepada seluruh generasi muda untuk belajar bersungguh sungguh, terlebih dengan perkembangan teknologi saat ini serta kompetisi semakin tinggi. “Agar kita tidak seperti kerbau dicocok hidung gara-gara kita kalah pandai, kalah pintar dan tidak bisa aksi untuk menyelamatkan masa depan”, tutupnya.