Rektor UMRI Membuka Secara Resmi Kegiatan Seminar Nasional Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi (SNEBA)

Pekanbaru (Umrinews) – Ratusan mahasiswa dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menghadiri perhelatan Seminar Nasional Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi (SNEBA) bertajuk “Scaling Trust in The Digital World, Peran Dunia Industri Dalam Mendukung Inklusi Keuangan” di Auditorium Lt.3 Gedung Rektorat UMRI pada Selasa (03/10) pagi.

Seminar Nasional ini menghadirkan tiga orang pembicara dari unsur pemerintah, pelaku badan usaha perbankan dan akademisi. Ketiga pembicara tersebut adalah Bambang S Antariksawan selaku perwakilan Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Aditya Budi Trapsilo selaku perwakilan dari pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) serta Prof Setyo Tri Wahyudi SE MEc Phd selaku akademisi dari Universitas Brawijaya.

Dalam laporan panitia, Ketua Pelaksana R. Septian Amel SE Mak AK, ini merupakan kali ketiga, dimana FEB Umri melaksanakan seminar nasional sekaligus call for paper. Septian melaporkan bahwa tahun ini paper yang terkumpul melebihi target yang ditetapkan oleh panitia, “tahun ini kurang lebih ada 152 paper yang masuk, Alhamdulillah melebihi target kita 100 paper”, sebutnya.

Dosen program studi akuntansi itu juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh pihak yang membantu berjalannya kegiatan ini, dan berharap acara ini bisa berjalan dengan lancar hingga usai di hari Rabu (04/10) keesokan hari nya.

Lebih jauh mengenai topik yang diambil, Dekan FEB Mizan Asnawi MEc Dev mengaku bahwa seminar ini adalah hasil diskusi antara Pimpinan Fakultas dengan pihak BSI beberapa waktu yang lalu. “dari ngobrol kami diskusi mengenai ketika BSI mengalami musibah dan ternyata dampaknya luar biasa”, ujarnya.

Menurutnya, selain berpengaruh pada perekonomian hal tersebut juga berpengaruh pada rasa percaya masyarakat terhadap dunia perbankan, terlebih lagi yang menyandang gelar Bank Syariah. Maka dari itu melalui seminar ini ia berharap peserta akan memahami bahwa apapun masalah yang terjadi pasti bisa teratasi. “karena itu kita ingin belajar keluar dari masalah yang demikian itu”, harap Mizan.

Rektor UMRI Dr. Saidul Amin, MA., yang membuka kegiatan pagi itu menyampaikan, bahwa topik yang menjadi sorotan pada seminar ini sangat menarik. Dalam pandangannya, dunia digital menjadi kian penting. “Hari ini peperangan yang paling berbahaya itu adalah peperangan digital”, sebutnya.

Ia memberi contoh bagaimana dunia digital ini mempengaruhi perekonomian yang ada di Indonesia dengan menceritakan jasa transportasi online. Menurutnya, dahulu untuk membangun sebuah jasa transportasi darat memerlukan armada yang banyak dan modal yang sangat besar. Namun saat ini, hal seperti itu tidak diperlukan lagi. “Hanya cukup punya perangkat lunak dengan perangkat yang ada itu dia bisa mengajak orang join ke perusahaannya”, jelas Saidul Amin.

Saidul berharap dengan adanya seminar ini, seluruh peserta mulai terbuka terhadap perubahan perubahan yang terjadi terutama yang berdampak langsung pada ekonomi. Ia berpesan kepada seluruh peserta untuk memperhatikan tiga hal yang penting, yaitu adanya perubahan pada geopolitik di Indonesia, tren digitalisasi dan bayang-bayang COVID-19 yang saat ini belum sepenuhnya hilang. Ia juga berharap seluruh peserta yang hadir mampu memberikan solusi terhadap prediksi-prediksi based on research mengenai perubahan dalam dunia ekonomi yang akan terjadi di masa yang akan datang. (Lutfi)