Fakultas MIPA Kesehatan UMRI Beri Apresisasi Dosen dan Mahasiswa Berprestasi

Pekanbaru (UMRINews) - Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melakukan agenda rutin yakni silaturahmi bulanan, sekaligus penyerahan penghargaan dan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen berprestasi di lingkungan FMIPA kegiatan ini di selenggarakan di Auditorium Umri Jalan Tuanku Tambusai, Kamis (13/7/2023).
Silaturahmi ini bertujuan guna meningkatkan ikatan dan simpul kebersamaan antar civitas akademika, yang terdiri dari dosen hingga mahasiswa. Turut hadir Rektor Umri Dr H Saidul Amin MA.
namun juga menjadi momen penyerahan penghargaan dan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen berprestasi di lingkungan FMIPA Kes.
Dekan Fakultas MIPA dan Kesehatan Prasetya SSi MSi ia sangat mengapresiasi seluruh civitas yang berhasil meraih prestasi terhitung sejak Februari lalu. Ia juga turut menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh pimpinan atas bantuan dan support yang diberikan sehingga akhirnya ada begitu banyak prestasi yang bisa tercapai.
"Ada tujuh kategori dosen berprestasi, dan ada sepuluh kategori prestasi mahasiswa, dengan total jumlah mahasiswa yang berprestasi sebanyak seratus dua puluh orang, sedangkan dosen yang pertama ada hibah penelitian kemendikbud dengan tiga judul penelitian dosen pemula dan satu judul penelitian dasar," ujar prasetya.
Diketahui terdapat satu judul pengabdian yang juga berhasil lolos hibah. Selain itu total jumlah proposal PDP yang lulus menyumbang 20% kontribusi (jumlah penelitian) Umri, proposal pengabdian sebanyak 25% dan hibah penelitian dasar sebesar lima puluh persen.
"Program sertifikasi kompetensi dan pembentukan TUK, kolaborasi riset dan publikasi internasional dan sekolah binaan," sebutnya.
Dosen Fakultas MIPA dan Kesehatan juga mendapatkan hibah proposal detaser sebagai pertisas sebanyak lima kegiatan yakni renstra, akreditasi dan penjaminan mutu, publikasi, roadmap penelitian dan pengabdian juga metode pengajaran.
"Terdapat beberapa prestasi dosen yang berhasil menjadi reviewer nasional PKM sebanyak satu orang, dosen praktisi mengjar eksternal sebanyak satu orang dan dosen yang baru saja berhasil mendapatkan gelar profesi sebanyak dua orang," jelas Dekan Fakultas MIPA.
Dari bidang mahasiswa, Prasetya juga menyampaikan ada 18 judul PKM mahasiswa yang lulus pendanaan. Fakultas MIPA menyumbangkan 62% kontribusi untuk PKM di UMRI, PPK Ormawa sebanyak 2 judul proposal dan proposal P2MW sebanyak 2 judul dari 6 judul di seluruh UMRI.
"Hal ini menempatkan UMRI diantara universitas ternama lainnya dalam jumlah proposal yang berhasil lulus. UMRI 29 hibah PKM, UI 21, UNRI 20 kemudian UIR 7 dan UNILAK 2, artinya UMRI untuk kateogir PKM sudah bisa lebih unggul daripada universitas ternama lainnya," tegasnya.
Selain itu terdapat mahasiswa yang mengikuti program MSIB sebanyak 1 orang, pertukaran PMM sebanyak 5 orang, KBM sebanyak 5 tim dan juara 3 tilawatil qur'an tingkat nasional dan runner up kejuaran futsal Riau tahun 2023 ini.
Prasetya menegaskan bahwa prestasi ini menandakan mahasiswa tidak hanya aktif di bidang akademik tapi juga sudah meliputi seluruh aspek di caturdharma.
"Ini merupakan penugasan dari pak rektor, juga sesuai misi internasionalisasi UMRI dan program ini juga diharapkan menambah kompetensi mahasiswa, sehingga bisa memenuhi ekspektasi stakeholder internasional. Ini juga merupakan persiapan fakultas MIPA agar siap membuka kelas dengan sistem pengajaran full atau setengah berbahasa inggris di semester yang akan datang," pungkasnya.
Rektor UMRI Dr H Saidul Amin MA membuka tausyiahnya dengan menampilkan video ecoriparian yang disebutnya akan mulai dibangun pada bulan Agustus dan selesai pada bulan Desember mendatang.
Secara umum, ia menekankan dalam tausyiahnya pada konsep keilmuan yang terintegrasi, memadukan islam dengan ilmu pengetahuan. Rektor UMRI tersebut berharap kedepannya, ilmu pengetahuan bisa lahir seutuhnya dari ajaran islam.
"Untuk bisa sampai ke ilmuan islam yang seutuhnya, ada beberapa tangga, memahami budaya keislaman, memahami ilmu modern, menemukan cara bagaimana mengkombinasikan ilmu dan keislaman tersebut, sehingga akhirnya bisa melahirkan ilmu pengetahuan yang lahir dari al Qur'an dan sunnah," jelasnya.
Menurut Saidul, Islam tidak pernah memisahkan antara pribadi dan keilmuan. Selain itu epistimologi islam dimulai dengan iqra, namun konteksnya tidak sekedar membaca dan menganalisa, ada nilai bahwa tuhan yg memiliki kuasa di setiap ilmu pengetahuan.
"Adik-adik akan melihat banyak keagungan tuhan di ilmu yang dipelajari, terutama mahasiswa fmipa. karena ilmunya dekat dengan tanda-tanda kuasa tuhan itu, tolong semakin dekat dengan tuhan," ujarnya.