Fakultas Studi Islam Umri dan Universiti Malaysia Kelantan Komit Berikan Penguatan Masyarakat Islam Marjinal Di Serumpun Melayu

Pekanbaru (Umrinews) - Masyarakat Islam di wilayah serumpun Melayu memiliki peran dan posisi yang sangat strategis. Eksistensi Islam di wilayah serumpun Melayu memiliki sejarah yang sangat kuat. Tidak mengherankan bila Islam telah bersebati dengan Melayu hingga hampir tidak bisa dibedakan antara Islam dan Melayu. Bila hendak melihat melayu maka lihatlah bagaimana Islam, dan bila ingin mengenal Melayu maka lihatlah bagaimana Islam.
Di satu sisi masyarakat Islam di wilayah serumpun Melayu cukup berbangga dengan deskripsi di atas. Namun diantara ramai dan megahnya Eksistensi Islam di Melayu, masih ada kelompok muslim marjinal yang hidup dalam keterbatasan dan kelemahan. Kelompok masyarakat muslim di daerah perbatasan dan terasing, kelompok masyarakat miskin perkotaan, dan sejenisnya menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai dalam gemuruh perkembangan masyarakat Islam.
Memperhatikan persoalan di atas, maka Fakultas Studi Islam (FSI) Umri merefleksi dengan menggalang kerjasama internasional bersama Universiti Malaysia Kelantan. Kerja sama tersebut diimplementasikan dalam kegiatan perdana berupa Seminar Internasional Eksklusif pada tanggal (5/7/2023) di Auditorium Gedung KH Ahmad Dahlan, Kampus utama Umri, Pekanbaru .
Dalam acara Seminar tersebut, Dr Santoso MSi selaku Dekan FSI sekeligus pembicara menyampaikan "Wilayah Riau keberadaan masyarakat muslim terasing seperti suku Akit dan Talang Mamak saat ini memerlukan penguatan berbagai aspek untuk proses akselerasi mengejar ketertinggalan dengan saudara muslim yang lain".
Sedangkan Prof Madya Dr Azwan dari Universiti Malaysia Kelantan mengatakan "Untuk memperkuat masyarakat Islam peran sektor perbankan sangat strategi. Ke depan Dr. Azwan menyampaikan bahwa kerja sama ke depan harus di fokuskan pada penguatan ekonomi bagi masyarakat marjinal".
Pembicaraan ketiga Dr Hafiz MPdI dari Institut Agama Islam Diniyah menyampaikan bahwa fondasi utama dari pengembangan masyarakat Islam adalah pendidikan. Oleh karema itu pendidikan selayaknya menjadi prioritas yang harus diperhatikan.
Sebagai tidak lanjut dari Seminar tersebut, maka akan diteruskan dengan diskusi lanjutan secara berkala. Selain itu akan didesain penelitian dan pengabdian dalam kerangka kerja sama internasional.