Empat Ratusan Mahasiswa Umri Penerima Beaiswa Pemprov Riau Ikuti Program Pengembangan Softskill dan Peningkatan Mutu Akademik

Pekanbaru (UmriNews) – Empat ratusan orang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) penerima beasiswa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memenuhi Auditorium Gedung KH Ahmad Dahlan, Kampus Utama Umri pada Jum’at (09/06/2023) pagi. Kehadiran para mahasiswa itu dalam rangka mengikuti kegiatan pembukaan dan rangkaian program Pengembangan Softskill dan Peningkatan Mutu Akademik.
Rektor Umri, Dr H Saidul Amin MA hadir membuka kegiatan dan didampingi seluruh jajaran Dekan, Wakil Dekan dari seluruh Fakultas. Turut hadir Kepala Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Riau H Zulkifli Syukur MA MSi.
Rektor Umri dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa softskill merupakan keterampilan yang mendasar dan sangat penting yang tidak didapatkan di bangku kuliah. “Tidak ada mata kuliahnya di kampus, tapi di tengah masyarakat ini yang pertama diperhatikan” ujarnya.
Saidul mengingatkan beberapa softskill yang penting harus dimiliki oleh seluruh peserta kegiatan. “diantaranya leadership, art to lead, seni untuk memimpin” sebutnya.
Ia berharap kemampuan memimpin ini tetap diasah, diasih dan diasuh sehingga mahasiswa UMRI bisa menjadi pemimpin yang bertanggungjawab, “Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun an ra’iyyatihi” ujarnya.
Saidul juga mengajak seluruh mahasiswa bisa berpikir positif.
Ia menggambarkan perbedaan orang yang berpikir positif dan negatif, “orang yang berpikir negatif ketika melihat bunga mawar yang terlihat pertamakali adalah durinya, akan ketakutan” ujarnya. Namun bagi orang yang melihat secara positif, maka akan terlihat warna warninya bunga dan semerbak harumnya.
Mahasiswa juga dituntut untuk menjadi ‘penguntai yang kusut penjernih yang keruh’. Saidul menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi probles solver, sosok yang bisa menyelesaikan masalah yang ada. “be a problem solver, not problem maker” sebutnya.
Kemampuan beradaptasi di lingkungan juga merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh mahasiswa. “jangan sampai kita menjadi mentimun bungkuk, masuk dalam keranjang tapi tidak dihitung orang” jelasnya. Saidul menekankan kepada mahasiswa agar menjadi sosok yang berbaur, bukan sosok yang diasingkan di masyarakat.
Terakhir, Saidul meminta seluruh mahasiswa bisa memiliki etos dan semangat kerja yang luar biasa. Memiliki semangat kemuhammadiyahan, jadi penerang di masyarakat tanpa melihat suku, ras dan agama.
Saidul berharap ilmu yang didapatkan selama kegiatan pengembangangan softskill bisa diserap dengan baik oleh seluruh peserta. “kedepan orang tidak bertanya tentang ijazah, tapi orang akan menguji kemampuan kita” ingatnya.
Mahasiswa juga akan dihadapkan oleh tantangan dimana akan ada banyak pekerjaan yang akan digantikan oleh robot.
“robot tidak bisa menguasai softskill, tidak bisa jadi leader” sebutnya.
Tak lupa Saidul mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pemerintah provinsi Riau yang sedari lama membantu UMRI dalam memberikan bantuan pendidikan melalui beasiswa dan program bantuan sosial pendidikan, “terlebih saya dengar pemprov sudah menyiapkan beasiswa kurang lebih 8 miliar untuk UMRI, mudah-mudahan dibalas oleh Allah dengan balasan sebaik-baiknya” tutupnya.
Kepala Biro Kesra Pemerintah Provinsi Riau H Zulkifli Sukur MA MSi yang pada kesempatan ini mewakili Gubernur Provinsi Riau yang tidak bisa menghadiri kegiatan tersebut, juga berharap mahasiswa bisa secara tepat mengaplikasikan apa yang sudah disampaikan oleh rektor.
Zulkifli pun turut mengapresiasi dan tetap berkomitmen membantu masyarakat dalam bidang pendidikan, terutama penyaluran bantuan beasiswa.
“Pemprov selalu update dan mengevaluasi setiap tahunnya terhadap seluruh perguruan tinggi yang diberi bantuan, Umri evaluasinya sangat baik menjalankan komitmen dengan baik sesuai harapan yang diharapkan oleh pemprov” sebutnya. Hal ini pun menjadi dasar menaikkan anggaran beasiswa untuk UMRI.
Zulkifli turut mengingatkan kepada seluruh penerima beasiswa bahwa mereka termasuk mahasiswa yang beruntung telah mendapatkan beasiswa dan bantuan pendidikan. Ini menjadi salah satu bukti semangat pemprov dalam membantu pendidikan di provinsi Riau.
“Tidak ada lagi kata sulit sekolah, sulit biaya, semuanya tergantung kepada adik-adik semua selagi belajar dengan baik insyaAllah pemerintah hadir untuk membantu” yakinnya.
Tidak hanya membantu masyarakat dalam bidang pendidikan, pemprov juga memiliki dua tantangan kedepannya, salah satunya adalah aancaman narkoba.
“Di Riau itu ada banyak gerbang masuk narkoba dari Malaysia dan sasarannya adalah anak muda, jangan sampai melihat, mencoba, apalagi tergantung kepada narkoba” Zulkifli mengingatkan.
Selain itu, Zulkifli menyebtukan bahwa Riau juga sedang dalam ancaman penyebaran LGBT. “info yang saya dengar, ketua LGBT Indonesia itu adalah orang Riau” ujarnya. Ia pun berharap mahasiswa Umri bisa menjadi pionir agar penyebaran LGBT ini jangan sampai terjadi.
Terakhir, Zulkifli menilai Umri merupakan universitas yang membentuk generasi ilmu dan akhlak. Harapannya seluruh alumni akan menjadi tenaga yang berakhlak dan punya skill, bisa menjadi pribadi terbaik menuju Indonesia Emas 2045.
“Mudah-mudahan semangat terus, dan sekali bergerak akan terus bergerak demi masa depan Provinsi Riau” tutupnya.
Para mahasiswa penerima Beasiswa Pemprov Riau itu terbagi atas; Bidikmisi, Prestasi dan Tahfidzh Qur'an angkatan 2019 sampai 2021. Rangkaian kegiatan akan dilaksanakan selama empat hari dan dengan muatan materi Peningkatan SDM, Kepemimpinan dan Bela Negara di Batalyon Arhanud 13 PBY, Personality Development dan Public Speaking, Perencanaan Karir serta Witing Skill.