Wakil Rektor I UMRI Hadiri Pertemuan Tindak Lanjut Pembukaan Prodi Kedokteran


Pekanbaru (Umrinews) – Guna memberikan arahan dan percepatan pendirian program studi kedokteran umum dan kedokteran gigi serta pendidikan dokter spesialis, Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah gelar pertemuan. Hal ini untuk menindaklanjuti pembukaan program studi kedokteran umum dan kedokteran gigi program sarjana dan pendidikan dokter spesialis di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) pada Ahad (8/9/2023) bertempat di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Mewakili Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Wirdati Irma SPd MSi dan Direktur Administrasi Akademik dan Kemahasiswa Umri Dr Jupendri SSos MIKom.

Pertemuan yang digagas Majelis Diktilitbang ini dihadiri 12 PTMA beserta Ketua Tim Task Force yang mengusulkan pembukaan Program Studi Kedokteran/ Program Studi Kedokteran Gigi/Pendidikan Dokteran Spesialis selama dua hari mulai Sabtu hingga Ahad (8-9/4/2023) yang dihadiri juga oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Wakil Rektor I Umri Dr. Wirdati Irma menyampaikan, sejak dibukanya moratorium prodi kedoteran umum dan kedokteran gigi, Umri segera melakukan persiapan dengan meminta arahan dan dukungan dari Pimpinan Pusat. "Kesiapan Umri serta PTMA untuk mewujudkan pendirian fakultas kedokteran menjadi fokus perhatian Majelis PPM, mengingat syarat pendirian fakultas kedokteran saat ini sangat ketat dan detail dibandingkan dengan  sebelumnya," ujar Wirdati.

Lebih lanjut Widarti Irma mengatakan, perlu adanya perhatian dari Majelis PPM untuk merealisasikan peluang dibukanya moratorium fakultas kedokteran terkait dengan ketersediaan SDM Dokter. "Salah satu contoh adalah terkait sumber daya manusia yang  harus sesuai konsentrasi yang diminta terhadap 26 dosen tetap yang harus ada," katanya. 

Ia juga berharap adanya dorongan dari pihak terkait bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah yang akan membuka fakultas kedokteran, "Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang sudah dipandang berkopentensi dibukanya fakultas kedokteran harus didorong dan dibantu, agar kendala-kendala yang dihadapinya bisa dipecahkan bersama," pungkasnya. (Nurwalidain)