Beri Masukan Resolusi untuk Muhammadiyah Riau Kedepan, AMM Riau Gelar Diskusi Publik

Pekanbaru (Umrinews) – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Riau dalam upayanya memberi masukan dan harapan guna kemajuan Muhammadiyah Riau kedepan, gelar Diskusi Publik AMM Pra Musywil Muhammadiyah pada Jum’at (17/02/2023) petang di Auditorium Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.
Dengan mengusung Tema Resolusi Muhammadiyah Riau Kedepan; Berkarya dan Bekemajuan menghadirkan tiga orang Panelis yaitu; Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Al Islam Kemuhammadiyahan, dan Kerjasama Umri, Dr Jufrizal Syahri MSi, Komisioner KPU Riau Nugroho Noto Suasanto SIP MSi, Wakil Ketua PW Nasyiatul Aisyiyah dan Majelis Pendidikan Kader PW Muhammadiyah Riau Dr Tuti Andriani SAg MPd, serta Tokoh AMM Kampar H Mardailis Dahlan MM.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua PW Muhammadiyah Riau Dr H Abdul Wahid MUs, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Riau Firdaus, SE., Ketua PW Nasyiatul Aisyiyah Riau Hardina Rosmasita SE, Ketua DPD Ikatan mahasiswa Muhammadiyah Riau Nofra Khairon SH, Ketua PW Ikatan Pelajar Muhammadiyah Riau Indah Febriza Drs. Sudirman MA., serta puluhan pengurus dari masing-masing Ortom Muhammadiyah Tingkat Wilayah Riau.
Dalam Laporannya Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Riau Firdaus SE., menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka menyambut pelaksanaan Muswil Muhammadiyah Riau dan merupakan bentuk kepedulian AMM terhadap kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah Riau kedepan.
“Kegiatan Diksusi Publik AMM yang mengambil tema tentang Resolusi Muhammadiyah Riau Kedepan yang dilaksanakan hari ini bertujuan menyambut Musyawarah Muhammadiyah dan Aisyiyah Riau serta bentuk kepedulian kami kepada Muhammadiyah Riau sebagai induk kami yang tentunya kita memiliki pandangan dan masukan untuk kemajuan Muhammadiyah kedepan. Lain dari itu tahun 2023 ini Muhammadiyah akan melakukan suksesi atau pergantian pimpinan yang tentunya tugas kita bersama harus membangun rasa persatuan, kesatuan dan kebersamaan,” ujar Firdaus.
Semenrara Ketua PW Muhammadiyah Riau Dr H Abdul Wahid MUs., dalam arahannya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyebut diskusi ini sebagai sebab ada rasa kepedulian dan berpartisipasi dalam Musywil Muhammadiyah yang tentunya semata-mata untuk kemajuan Persyarikatan.
“Ada rasa bangga kami atas partisipasi AMM Riau dalam Diskusi ini guna menyampaikan saran, pemikiran dan masukannya melalui Resolusi atau kebulatan tekad AMM yang semata-mata demi kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah Riau kedepan. Kita ini menjadi panutan ummat, maka pimpinan Muhammadiyah harus bersatu” tegas Abdul Wahid.
Dalam pemaparan diskusinya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Al Islam Kemuhammadiyahan, dan Kerjasama Umri Dr Jufrizal Syahri M.Si menyebut ada tiga resolusi yang menjadi perhatian guna membangun Persyarikatan Muhammadiyah yaitu ketarjihan dalam hal ini ideologi Muhammadiyah, keorganisasi atau tata kelola Persyarikatan, serta kemandirian atau kedaulatan ekonomi.
“Saya mencoba memberikan saran tiga resolusi untuk kemajuan Muhammadiyah Riau kedepan, yang pertama Penguatan Ketarjihan dengan membangun ideology Muhammadiyah diseluruh lapisan dan lintas Persyarikatan, sehingga dalam pengelolaan Persyarikatan akan seirama. Kedua Penguatan keorganisasian dalam hal ini tata kelola Persyarikatan, dimana saat ini pengelolaan Persyarikatan banyak dikelola oleh orang lain yang tentunya belum sepenuhnya memahami ruh Muhammadiyah. Dan yang ketiga adalah kemandirian atau kedaulatan ekonomi Persyarikatan, sehingga kader Muhammadiyah memiliki kemampuan untuk memberi bukan mengambil atau meminta-minta,” katanya.
Sedangkan Nugroho Noto Suasanto SIP MSi, menyampaikan bahwa AMM harus punya 1 prinsip jangan larut dalam konflik dan lakukan perdamaian diantara saudara sesama dan mengajak untuk bertaqwa kepada Allah, sehingga kita semua termasuk orang bertaqwa dan mendapat rahmat.
"AMM harus punya sikap rasa memiliki sesama kader, sehingga kita tidak pernah lupa ketika diberi amanah tidak lupa darimana kita berangkat. Dan pesan kepada AMM agar menguasai ilmu pengetahuan dan literasi guna menjawab tantangan ummat dan Persyarikatan" sebut Nugroho.
Narasumber lainnya, Dr Tuti Andriani Spd MPd mengutarakan bahwa kemajuan Muhammadiyah kedepan atara lain dimulai dengan kemajuan sistem nilai melalui pendekatan ketauhidan pada diri sendiri dengan pemahaman PHIM, MKCH dan lain sebagainya. Kemudian kemajuan budaya organisasi.
" Jika PHIM dan MKCH sudah menjadi budaya dalam kehidupan seahri-hari, maka akan terciptalah budaya dan iklim yang sehat dan teratur. Dan yang terakhir, Kader yang berkualitas melalui jenjang perkaderan formal dan pendidikan" ujar Wakil Ketua PPRK MUI Riau ini.
Pemateri terakhit, H Mardailis Dahlan MM memberikan penekanan di akhir sesi diakusi yaitu; bahwa saat ini Muhammadiyah mengalami krisis kader, ulama, ekonomi, dan ukhwah. Hal ini hampir dirasakan disetiap tingkatan Persyarikatan Muhammadiyah di Riau.
"Sulit bagi Muhammadiyah saat ini mencari kader militant yang memiliki landasan ke-Ulamaan dan ke-Tarjihan disamping belum memiliki kemandirian ekonomi yang berimbas pada runtuhnya ukhwah dan rasa kebersamaan" jelas Ketua Komisi Ekonomi Umat MUI Kampar ini.