Prodi Perbankan Syariah Umri Selenggarakan Kuliah Umum Bertema Peran Perbankan Syariah Dalam Pengembangan Industri Halal

Pekanbaru (Umrinews) – Pengembangan industri halal tidak terlepas dari peran lembaga Perbankan Syariah, hal ini menjadi topik utama dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) pada Jum’at (27/01/2023) pagi di Kampus Utama Umri Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.
Sebagai pembicara dalam Kuliah Umum tersebut dari Bank Riaukepri Syariah H Noki Syafriadi Lc ME dan Otoritas Jasa Keuangan Riau Elvira Azwan. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Umri Dr H Saidul Amin MA, Wakil Rektor I Umri Dr Wirdati Irma SPd MSi, Dekan FSI Dr Santoso SS MSi, Wakil Dekan FSI Wahyi Busyro SEI ME, Dosen dan Mahasiswa FSI Umri
Dalam sambutannya Rektor UMRI Dr H Saidul Amin MA menyampaikan persoalan industri halal sudah menjadi trend dan jangan sampai kita tertinggal, berharap agar ekonomi keuangan syariah menjadi tuan di rumahnya sendiri.
“Permasalahan industry halal sudah menjadi trend dan jangan sampai Umri ketinggalan, sebab pemerintah berharap agar ekonomi keuangan syariah menjadi tuan dirumahnya sendiri dan juga menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi keuangan nasional. Karena hal ini merupakan cita-cita murni ajaran Islam sebagai Rahamatn Lil Alamain”, ujar Direktur eksekutif KDEKS Riau.
Lebih lanjut Saidul Amin menyampaikan sebagai mahasiswa Islam harus dapat memanfaatkan produk halal secara baik, sebab ekonomi syariah itu sudah menjadi primadona. “Sebagai mahasiswa ekonomi dan perbankan Syariah harus memanfaatkan gejolak global dimana ekonomi Syariah itu sudah menjadi primadona. Kita harus mampu memanfaat gelombang kebangkitan ini sehingga pendidikan ekonomi dan perbankan Syariah di Perguruan Tinggi menjadi hal yang penting atau program pokok”, tegasnya.
Dalam pengantar Kuliah Umum yang disampaikan pembicara dari Bank Kepri Syariah, Noki Syafriadi lebih menitik beratkan pada peetingnya mengembangkan produk halal melalui peran mahasiswa. “Mahasiswa perbankan syariah merupakan cikal bakal penerus praktisi di lembaga keuangan syariah oleh karena itu mahassiwa harus faham pada produk dan akad yang digunakan oleh bank syariah, hal ini penting guna memajukan dan mengembangkan produk halal di Riau”, ungkapnya.
Sedangkan Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Riau melalui Elvira Azwan menyatakan bahwa OJK memiliki tujuan agar kegiatan sektor jasa keuangan dan berjalan dengan baik, adil, dan transparan guna melindungi konsumen, namun inklusi keuangan syariah masih rendah. “UJK senantiasa mendorong semua lembaga keuangan untuk dapat membantu masyarakat sesuai dengan tupoksinya, namun tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah masih sangat rendah di masyarakat oleh karna itu mahasiswa bisa ambil peran sebagai mediator dalam mensosialisasikan produk dan jasa bank syariah”, pungkasnya.
Kuliah Umum kali ini dimeriahkan juga dengan kegiatan Olympiade Perbankan Syariah melalui perlombaan karya tulis ilmiah, cerita pendek, kaligrafi, cerdas cermat, dan lomba fashion grooming, yang diikuti oleh peserta Tingkat SLTA dan Perguruan tinggi . (Muhansir)