Meningkat Dua Kali Lipat, 94 Mahasiswa FKIP UMRI Ikuti PLP 2022

Pekanbaru (Umri),- Program Pengenalan Lapangan Persekolahan kembali bergulir. Tahun ini, jumlah mahasiswa yang mengikuti program tersebut mengalami peningkatan sebanyak 100% dari tahun sebelumnya. Total, 94 mahasiwa Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Riau mengikuti pembekalan dan pelepasan pada Senin (24/10/2022) pagi.
Program PLP ini akan melibatkan 20 sekolah yang berada di Kota Pekanbaru dan Bangkinang-Kampar. Rinciannya, tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP), satu Madrasah Tsanawiyah (MTs), Empat Sekolah Menengah Atas (SMA), satu Madrasah Aliyah (MA) dan 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini akan berjalan sejak 24 Oktober hingga 16 Januari 2023.
Dalam pembelakan program, mahasiswa mengikuti 3 materi utama, yakni Panduan Pelaksanaan PLP 2022; Media Pembelajaran dan Promosi; serta Kompetensi dan Keterampilan yang Harus di Kuasai Guru.
Pembukaan program ini dihadiri lansung oleh Dekan FKIP Umri Pratama Benny Herlandy SPd, MPd, Wakil Dekan Wandi Syahfutra MPd, Ketua Tim PLP FKIP Umri 2023 Neng Sholihat MPd, serta beberapa dosen lainnya.
Dalam sambutannya, Pratama Benny menjelaskan, “Ini adalah Kuliah Kerja Nyata Anda versi keilmuan yang dapat Anda aplikasikan lansung kepada peserta didik. Manfaatkan program ini untuk mencari pengalaman di dunia pendidikan, sehingga nanti ketika menyelesaikan kuliah disini, semuanya sudah siap terjun menjadi tenaga pendidik yang handal dan hebat,” ujarnya.
Benny juga mengatakan, “Peserta PLP merupakan salah satu ajang untuk promosi Umri, untuk itu berikan yang terbaik agar semakin banyak masyarakat yang mempercayakan anaknya untuk berkuliah di Umri khususnya di FKIP Umri,” tutupnya.
PLP adalah suatu tahapan dalam proses penyiapan guru professional pada jenjang Program Sarjana Pendidikan, berupa penugasan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan hasil belajar melalui pengamatan proses pembelajaran di sekolah/lembaga pendidikan, latihan mengembangkan perangkat pembelajaran, dan belajar mengajar terbimbing, serta disertai tindakan reflektif di bawah bimbingan dan pengawasan dosen pembimbing dan guru pamong secara berjenjang.
Tahun ini, sebanyak empat Program Studi mengikuti program ini, diantaranya Pendidikan Informatika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan IPA dan Pendidikan Vokanisional Tekhnik Elektronika.
Jumlah mahasiswa yang mengikuti program ini meningkat dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya diikuti oleh 40 mahasiswa dan 10 sekolah. (wh)