Dr Santoso MSi Terpilih Sebagai Ketua Asosiasi Psikologi Islam Wilayah Riau Periode 2022-2026
Pekanbaru - Dr Santoso MSi yang merupakan Dosen Program Studi Psikologi Islam pada Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Sabtu (25/6/2022) terpilih sebagai ketua Asosiasi Psikologi Islam (API) Wilayah Riau periode 2022-2026. Pemilihan itu dilaksanakan dalam agenda Musyawarah Wilayah bertempat di Auditorium Gedung KH Ahmad Dahlan Kampus Umri, jalan Tuanku Tambusai Ujung, Pekanbaru.
Santoso terpilih melalui mekanisme musyarah mufakat dari peserta musywil yang terdiri dari perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi psikologi yaitu; Umri, UIN Suska, UIR, Unirab dan STAI Diniyah.
Atas terpilihnya Dr Santoso MSi, Rektor Umri Dr H Saidul Amin MA mengatakan "Tahniah atas terpilihnya saudara Dr Santoso MSi, semoga dapat mengemban amanah organisasi dengan baik. Saya berharap melalui organisasi ini khazanah keilmuan Psikologi terkhusus Psikologi Islam lebih berkembang".
Sementara itu Sekum PP API Dr Lilim Halimah BhSc MH SPY berharap agar API Riau juga membangun kemitraan dan dapat bekerjasama dengan pihak terkait guna gerak langkah API dapat dirasakan oleh seluruh kalangan serta API sendiri semakin solid.
Ketua Pimpinan Wilayah API Riau periode 2018-2022 Dr Harmaini MSi mengatakan bahwa pelaksanaan Musywil tahun ini merupakan agenda rutin dalam organisasi API guna memilih kepengurusan, penguatan kelembagaan dan menyusun program kerja.
"Alhamdulillah rangkaian kegiatan Musywil terlaksana dengan baik. Hasilnya Dr Santoso MSi yang merupakan dosen prodi Psikologi Islam Umri terpilih sebagai ketua untuk periode 2022 - 2026. Saya ucapkan selamat mengemban amanah memimpin API Riau" ujar Hatmaini.
Kepada ketua baru yang terpilih, Harmaini berharap agar segera melengkapi struktur kepengurusan, penguatan kelembagaan dan menyusun program kerja.
Pasca terpilih sebagai ketua, Santoso mengatakan "Tentu kita akan teruskan sesuatu yang baik dan akan memperkuat kelembagaan, mengembangkan kajian keilmuan psikologi Islam, serta meningkatkan peran aktif dalam penerapan psikologi Islam pada berbagai sektor kehidupan".
Ia menekankan akan mengembangkan kerjasama kelembagaan, membangun focus kajian psikologi Islam pada kesehatan mental dan kepribadian yang adaptif dan dinamis di era industri 4.0. Tag line Psikologi Islam adalah solusi persoalan kemanusiaan yang sesungguhnya. (Jm)