Strategi Mendapatkan Beasiswa LPDP dan Ristek Dikti

Pekanbaru,www.umri.ac.id. Universitas Muhammadiyah Riau, adakan seminar Strategi Mendapatkan Beasiswa LPDP dan Ristek Dikti. LPDP ( Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ) Program beasiswa dari LPDP sendiri hanya ada dua yaitu untuk program Magister atau S2, baik dalam maupun luar negeri, serta program Doktor atau S3 untuk dalam maupun luar negeri juga. Seminar diadakan dikampus 2 ruagan RM 6 Jl.Tuanku Tambusai. Narasumber Reviwer beasiswa LPDP dan Ristek Dikti DR  Bambang Purnomo, M.Sc., Phd. Acara dibuka oleh wakil Rektor III, Dr. Baidarus,MM.,M.Ag. Dengan di adakan nya seminar ini kita bisa mendapat kan informasi, bagai mana strategi untuk mendapatkan beasiswa.  Begitu padatnya kegiatan pak Dr. Bambag bersediah meluangkan waktunya untuk hadir keumri.seminar ini sagat penting bagi kita walo diselah kesibukan kita. Ketua Panitia Umri Dosen B Dr. Jup: Dr. Jufrizal Syahri, M. Si mengatakan: Melanjutkan pendidikan ke jenjang Doktor merupakan suatu kewajiban bagi setiap dosen. sekarang atau nanti, setiap dosen harus memiliki gelar Doktor. Untuk  melanjutkan ke jenjang doktor, sangat sulit jika hanya menggunakan dana pribadi atau bantuan Universitas, mengingat biaya riset yang dibutuhkan untuk kuliah di jenjang s3 tersebut sangat mahal. Maka dari itu Beasiswa merupakan salah satu solusi yg sangat diharapkan oleh setiap calon mahasiswa doktor Mengingat tingginya kompetisi untuk mendapatkan beasiswa saat ini, maka kita memandang perlu dilakukan pencerahan dan strategi untuk dosen2 umri yang akan melanjutkan pendidikan doktor dalam merebut beasiswa itu Maka dari itu, kita mengundang salah seorang reviwer Beasiswa LPDP dan Ristek dikti untuk memberikan pencerahan kepada dosen2 umri. Dan Alhamdulillah antusiasme dosen2 umri untuk mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Kita berharap tahun depan ada dosen umri yang studi lanjut dengan mendapatkan beasiswa lpdp atau ristek dikti. Dengan banyaknya SDM umri yang sudah bergelar Doktor, maka kita semakin yakin umri dapat menjadi lebih Hebat. Humas.