Digembleng di Markas Tentara, Ini yang Dijalani 210 Mahasiswa UMRI
Sebanyak 210 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) jalani program bela negara, Kamis (21/12/2017). Program yang ditujukan bagi mahasiswa penerima beasiswa bidik misi dari Pemerintah Provinsi Riau tersebut dilakukan bekerjasama dengan Batalyon Arhanudse 13/Belibis.
Di markas tentara itu, para mahasiswa digembleng lewat sejumlah materi. Di antaranya pelatihan kedisiplinan lewat Peraturan Baris Berbaris, materi bela negara hingga pengenalan persenjataan yang ada di batalyon tersebut.
Kegiatan itu dibuka oleh Rektor UMRI, DR Mubarak MSi. Menurut Rektor, pelatihan yang menjadi bagian dari kegiatan character building tersebut merupakan upaya mewujudkan tagline UMRI Hebat. Dimana, UMRI ingin berkontribusi membangun negara dengan sikap berintegritas, peduli, cerdas dan religius.
“Acara ini adalah bentuk dari kepedulian pada negara,” kata dia. Rektor mengakui, saat ini ada fenomena bahwa bela negara hanya tugas militer. Padahal semua pihak harus peduli dan mau bela negara. Karena negara ini telah memberikan kehidupan bagi warganya.
Karena itulah, character building yang diterapkan UMRI kali ini lebih mengarah pada pembelajaran terhadap konsep bela negara yang sebenarnya. “Mahasiswa yang tugasnya belajar juga perlu mendapat pengertian, bagaimana di tengah aktivitasnya punya semangat bela negara,” papar Rektor.
Mubarak juga berharap, kegiatan ini terus berlanjut. Salah satu rencananya yaitu, menerapkan program bela negara saat Masa Taaruf Mahasiswa atau Mastama. Lalu, kegiatan bela negara yang lebih soft untuk para dosen dan karyawan.
“Saya berterimakasih kepada Arhanudse 13 yang telah membantu UMRI menggelar kegiatan bela negara yang pertamakalinya ini. Memang kegiatan ini tidak cukup untuk membangun karakter mereka. Tapi bisa menjadi cara yang tepat untuk menanamkan bela negara dasar pada mahasiswa,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Komandan Batalyon Arhanudse 13/Belibis, Mayor Arh Yanuar Y menyambut baik program bela negara itu. Menurut dia, program ini menunjukkan bahwa TNI dipercaya oleh masyarakat untuk memberikan dan menanamkan sikap disiplin.
Dijelaskan dia, materi bela negara yang direncanakan untuk mahasiswa yaitu, PBB. Intinya PBB merupakan dasar untuk menanamkan kedisplinan. PBB juga mengandung filosofi yang mendorong tiap pelakunya menghargai orang sebagai pemimpin maupun yang dipimpin.
Lalu diberikan juga teori bela negara sesuai standar komunikasi sosial Angkatan Darat serta wawasan tentang alutsista. “Sehingga mereka bangga terhadap keberadaan TNI dan negara,” sebutnya. (ed)