Segera Akreditasi UMRI

umri-mediaTRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Salah satu tugas mendesak yang dihadapi Rektor dan Wakil Rektor baru dilantik adalah masalah akreditasi institusi. Rektor Umri, Mubarak menargetkan Umri bisa meraih minimal akreditas B.
Akreditasi institusi perguruan tinggi juga ditekankan oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Muhammdiyah Chairil Anwar yang hadir saat pelantikan wakil rektor Umri, Selasa (22/4). Menurutnya pengurusan akreditasi institusi ini harus segera diselesaikan. Saat ini progam studi di perguruan tinggi Muhammdiyah ini sudah terakreditasi.

Sebelum Agustus minimal semua persyaratan dan laporan sudah disampaikan. Tingkat pendidikan pengajar Umri pun harus terus ditingkatkan. Sesuai persyaratan, dosen harus berpendidikan minimal S2. Namun hal itu belum cukup. Sebagai juga menempuh pendidikan S3.

Saat ini jumlah perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia mencapai 159. Dari jumlah tersebut tujuh perguruan tinggi sudah mendapatkan akreditasi. Jumlah ini tergolong tinggi karena dari sekitar 3 ribuan perguruan tinggi, dikatakan Chairun Anwar baru 300 saja yang mendapatkan akreditasi. Tujuh perguruan tinggi Muhammadiyah terakreditasi, satu diantaranya berada di Palembang dengan akreditasi B. "Dalam waktu dekat juga menyusul Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara," katanya.

Dengan pelantikan tiga wakil rektor, Chairil berharap bisa memajukan Umri. Menurutnya, secara potensi Umri sanggat bagus sehingga bisa bekerkasama dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.
" Kita berharap bersama rektor, ketiga wakil rektor ini bisa menjadi tim yang kuat memajukan UMRi. Secara potensi sangat bagus sehingga bisa kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi," katanya. (*)