UMRI Sisipkan Jiwa Enterpreunership bagi Lulusan

foto5PEKANBARU, SeRiau – Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Prof. Dr.H.M. Diah mengatakan lulusan UMRI tidak hanya mengimplementasikan ilmunya kedunia kerja, namun lulusan juga harus mempunya jiwa enterpreunership untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Sebab, kalau mengharapkan lowongan pekerjaan yang disediakan pemerintah dan swasta sangat terbatas.

“Itu makanya di UMRI, kita sisipkan kepada mahasiswa berjiwa enterpreunership sehingga setelah menamatkan pendidikan di perguruan tinggi mereka bisa berusaha sendiri,” kata Rektor UMRI, Prof. M. Diah, pada Wisuda ke VII, Sabtu (19/10) di Hotel Pangeran Pekanbaru.

Selain anggaota senat dan civitas akademika UMRI, juga hadir pada wisuda tersebut, ketua Kompertis Wilayah X Prof. Dr. Damsar, Ketua Dewan Penyantun UMRI H. Saleh Djasit. SH, Pimpinan Muhamadiyah Riau. Prof. Dr M. Nazir, Anggota DPD RI H.Gafar Usman, Badan Pembina Harian (BPH) UMRI, Anggota DPR RI H. Wan Abubakar dan tamu undangan lainnya.

Menurut M Diah, banyaknya perguruan tinggi yang menamatkan lulusan tentunya akan membuka persaingan terhadap lulusan untuk mencari pekerjaan. Bahkan dengan terbatasnya lowongan pekerjaan, banyak dari lulusan yang hingga kini masih sulit mencari pekerjaan sesuai dengan ilmu yang dimilikinya. Persoalan ini tentunya akan menjadi perhatian UMRI kedepan tidak hanya mencetak lulusan yang berkualitas namun juga harus mempunyai jiwa enterpreunership. UMRI hingga saat ini telah banyak menciptakan agen agen perubahan kalangan dunia pendidikan yang siap bersaing dikanca pendidikan maupun dunia kerja. Selain mencipkan sarjana yang beriman dan bertaqwa, berahklak mulia, UMRI juga menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship di dikalangan mahasiswa.

“ Lapangan pekerjaan sangat memungkinkan bagi tamatan yang memiliki keterampilan. Kita ingin menciptakan lulusan yang ingin menjadi wirausahawan, bukan hanya sibuk mencari pekerjaan yang disediakan oleh pemerintah seperti lowongan CPNS dan swasta. Tapi bagaimana mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” kata M Diah,

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Dewan Penyantun UMRI, H. Saleh Djasit bahwa lulusan UMRI harus mempunyai jiwa entreprenuership untuk membuka lapangan pekerjaan. Sebab, banyak tamatan dari perguruan tinggi yang mengadalkan ilmunya untuk mencari pekerjaan tanpa harus memikirkan bagaimana membuka lapangan pekerjaan.

”Kita dari dewan penyantun telah memprogram beberapa fakultas untuk mempersiapakan mahasiswa memiliki jiwa enteprenuership bahkan dari 5 besar dari program usaha tersebut akan kita beri bantuan dana,” kata mantan Gubernur Riau ini.

M. Diah juga mengatakan pada wisuda ke VII, UMRI berhasil menelorkan 203 sarjana terdiri dari, Fakultas Teknik 23 orang, Fakultas MIPA dan Kesehatan 72 orang, Fakultas Ekonomi 42 orang, Fakultas Ilmu Komputer 51 dan Fakultas Ilmu Komunikasi 15 orang. Lulusan terbaik tingkat universitas diraih oleh Asrul Rahmawati dari Fakultas Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,90. Sedangkan pemuncak Fakultas MIPA dan Kesehatan diraih oleh Yen Elpi dengan IPK 3,79. Pemuncak dari Fakultsa Ekonomi diraih oleh Finda Dila Afriya dengan IPK 3,81, pemuncak dari Fakultas Komputer diraih oleh Syamsudin dengan IPK 3,66. (zal/seriau.com)