Indonesia dan Australia Sepakat Tingkatkan Kerjasama Iptek
Indonesia dan Australia sepakat untuk meningkatkan kerjasama Iptek kedua negara. Langkah tersebut ditandai dengan dimulainya pertemuan bilateral kerjasama Iptek Indonesia-Australia pada tanggal 30 April 2013 di Puspiptek Serpong, setelah pertemuan sebelumnya, Joint Working Group in Science and Innovation, Research and Technology, dilakukan pada tahun 2007. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Agus R. Hotman, Deputi Bidang Jaringan Iptek Kementerian Riset dan Teknologi, didampingi oleh Nada Marsudi, Asdep Jaringan Iptek Internasional, dengan anggota delegasi dari Ristek, BPPT, BATAN, dan SEAMEO. Sedang delegasi Australia dipimpin oleh Ms. Anne Baly, Head of International Education & Science Division, Department of Industry Innovation, Climate Change, Science, Research and Tertiary Education (DIICCSRTE) dengan anggota delegasi dari DIICCSRTE, CSIRO dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
Pertemuan bilateral tersebut membahas perkembangan kerjasama Iptek kedua negara setelah terbentuknya Joint Working Group in Science and Innovation, Research and Technology tahun 2007. Kedua belah pihak telah melaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali joint workshop sebagai wadah untuk mempertemukan dan mendorong kerjasama riset diantara para peneliti kedua negara. Workshop pertama dilaksanakan tahun 2008 di Jakarta dengan topik Human Health, workshop kedua di Canberra, Australia tahun 2010 dengan topik Agriculture and Food, serta yang ketiga kembali di Canberra tahun 2011 dengan topik Environment, energy and climate change. Dari hasil evaluasi disimpulkan bahwa follow-up dari ketiga workshop tersebut masih perlu ditindak-lanjuti, agar joint proposal riset yang diusulkan para peneliti dari kedua belah pihak dapat di-implementasikan.
Dalam pertemuan juga diakui adanya perkembangan kerjasama yang signifikan antara kedua belah pihak, antara lain kerjasama CSIRO dan BPPT dalam bidang sistem inovasi, kerjasama PPIPTEK dan QUESATCON dalam bidang peningkatan edukasi ilmu pengetahuan melalui pusat-pusat peragaan Iptek, kerjasama BATAN dan ANSTO dalam hal emergency responsiveness and preparedness and radiation detection, serta kerjasama antara SEAMEO dengan Australian Academy of Science di bidang teknologi pengajaran.
Pertemuan tersebut menyepakati CSIRO Australia akan menindaklajuti kerjasama riset dengan BPPT dan dengan institusi lain dalam bidang Productivity and Services, Energy Transformed, Biotechnology dan Regional Innovation System. Selain itu, BPPT akan bekerjasama dengan CSIRO, CRC dan Universitas di Australia untuk melakukan riset pengembangan manufaktur otomotif, teknologi pertambangan termasuk teknologi permesinan. Kemudian, DIICCRTE dan RISTEK juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama Iptek dengan memanfaatkan program-program yang ada dikedua instansi, seperti; mobility program, capacity building maupun program Insentif SINAS.
Selanjutnya, untuk peningkatan kerjasama Iptek ke depan, kedua belah pihak sepakat untuk segera menyelesaikan proses pembaharuan terhadap Persetujuan Kerjasama Iptek antara Indonesia dan Australia yang telah berakhir tahun 2010 yang lalu. Kedua belah pihak sepakat untuk memperbaharui topik – topik kerjasama Iptek sesuai dengan bidang kerjasama riset dan Iptek yang relevan dan dibutuhkan oleh kedua negara saat ini. Draft baru Persetujuan Kerjasama Iptek antara Indonesia –Australia saat ini sedang dalam tahap pembahasan dan diharapkan persetujuan kerjasama Iptek tersebut dapat ditanda-tangani pada tahun 2013 ini. (rs, ad5-dep5/ humasristek)