UMRI Gelar Refleksi Kemanusiaan Dukung Kemerdekaan Palestina

Refleksi Kemanusiaan UMRI untuk Palestina

umri.ac.id - Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LAIK) Universitas Muhammadiyah Riau mengadakan acara Refleksi Kemanusiaan sebagai bentuk upaya membela kemerdekan untuk rakyat Palestina. Acara tersebut digelar melalui virtual pada Selasa (25/5/2021) pagi yang diikuti oleh sivitas akademika UMRI dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Rektor UMRI Mubarak mewakili seluruh sivitas akademika mendukung penuh perdamaian atas Palestina. “Muhammadiyah sudah melakukan pengiriman bantuan pada kamis lalu di Shifa Hospital dan Jabalia Medical Center, Gaza sebagai bentuk kepedulian terhadap Rakyat Palestina,” tuturnya. Ia menambahkan sebagai rakyat Indonesia yang memiliki prinsip Pancasila yang berpegang pada Kemanusiaan yang adil dan beradab,  harus terlibat dalam perdamaian dunia.

Kegiatan ini dihadiri oleh tiga narasumber, yaitu : Hajriyanto Y. Thohari selaku Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Duta Besar LBBP) Republik Indonesia untuk Lebanon, Fathurrahman Kamal selaku Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, dan Dzulfikar Ahmad Tawala selaku Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah.

Fathurrahman mengatakan bahwa penindasan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina sangat tidak berperikemanusiaan dan mengajak seluruh aktivis Muhammadiyah untuk dapat bersatu mendukung penuh perdamaian bagi Rakyat Palestina.

“Kita tidak akan pernah rela melihat penindasan yang terjadi di antara kita, karena itu bukan merupakan karakter Muhammadiyah”ujar Fathurrahman.

Ia juga memandang mirisnya beberapa para aktivis yang berbeda pandangan khususnya persoalan yang terjadi di Palestina.

Dzulfikar selaku Sekjen PP Muhammadiyah menambahkan secara politik Indonesia memiliki kemampuan untuk mendukung Palestina, mengingat hubungan Indonesia yang sangat erat dengan Palestina. Dia berharap kedepannya generasi muda dapat memperkaya diri dengan sikap yang inovatif agar dapat bersaing dari segi ilmu pengetahuan dan politik.     

Dubes RI untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari membahas melalui aspek dimensi kemanusiaan - geopolitik konflik Palestina dan Israel. “Sudah 75 tahun lebih Palestina konflik untuk mempertahankan wilayahnya, artinya sudah 3 generasi, ujarnya.

Menurut Hajriyanto apa yang dilakukan oleh Negara Adidaya seperti Amerika terhadap Palestina juga sangat tidak adil dan tidak seperti yang Amerika lakukan terhadap Negara-negara Arab lainnya. “Politik perdagangan menjadikan Amerika lebih mengutamakan perlindungan terhadap negara negara yang memiliki sumber daya minyak. Serta aspek politik, ideologi, kebudayaan menjadikan Israel sebagai ‘Anak Emas’ Amerika,” ujar Hajriyanto mengakhiri paparannya. (efr/humas)