UMRI Fasilitator Kampanye Paperless PTMA Se-Indonesia

Kampanye Go Paperless

umri.ac.id- UMRI diamanahi oleh Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MLH-PP Muhammadiyah) yang bekerja sama dengan Interfaith Rainforest Initiative (IRI) sebagai penyelenggara & fasilitator kegiatan “Kampanye Paperless PTMA Se-Indonesia” pada Rabu (17/3/2021). Acara ini dihadiri oleh Prof. Din Syamsuddin selaku Ketua Penasehat IRI dan diikuti oleh Tim LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) PTMA se-Indonesia yang disiarkan secara langsung melalui video conference.

Din Syamsuddin mengungkapkan kampanye go paperless sangat penting di tengah keadaan dunia yang dihantui oleh global warming. Ia menekankan bahwa penyebabnya selain dari efek kaca, juga penggunaan kertas secara masif.

Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015 ini menambahkan kondisi ini tergolong sebagai krisis moral. Pasalnya, masih ada pandangan manusia yang melihat alam hanya sebagai objek bukan subjek. “Ajaran Islam memandang alam sebagai subjek kehidupan. Termasuk flora dan fauna sebagai makhluk yang berjiwa,”ungkapnya.

Upaya go paperless untuk mengurangi dan bila perlu meniadakan penggunaan kertas, menurut Din merupakan suatu solusi. Termasuk juga mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dari minyak bumi atau batubara. Karena, bahan bakar fosil dan batubara merupakan bahan baku yang tak dapat diperbaharui.

Sementara itu, Rektor UMRI Dr. Mubarak MSi mengakui saat ini kampus UMRI masih akan melakukan penghijauan sejalan dengan proses pembangunan di kampus yang masih berlangsung. Ke depan, Umri susah memiliki perencanaan menjadi kampus ramah lingkungan. Hal itu diwujudkan dengan menerapkan program kampus hijau yang peduli dengan lingkungan hidup.

Ia menambahkan UMRI harus bisa membangun dan membudayakan aksi paperless di kampus. Misalnya menggunakan sistem IT untuk sejumlah urusan yang sebelumnya masih membutuhkan kertas. Karena itulah, UMRI telah meluncurkan sejumlah aplikasi terkait administrasi di kampus baik untuk mahasiswa, karyawan dan dosen.

“Adanya pandemi Covid-19 ini juga mempercepat akselerasi terhadap penggunaan minim kertas. Dimana, pengurangan penggunaan kertas mencapai hampir 90 persen di UMRI,” terang Mubarak. Misalnya saja, untuk disposisi surat, undangan dan sebagainya sudah tak lagi menggunakan kertas, tapi dengan sistem berbasis IT yang telah dibangun oleh UMRI dan terintegrasi di website utama www.umri.ac.id.

Dr. Gatot Supangkat dari LP3M Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam materinya menjelaskan terkait go paperless yang telah berlangsung di kampusnya. Dimana, sebelum pandemi pun, upaya pengurangan penggunaan kertas di UMY sudah dilakukan.

Namun, menurut dia, langkah itu sebenarnya bukan sekadar masalah sistem. Tapi lebih pada sikap. “perlu ada kesadaran dari tiap individu di kampus akan pentingnya mengurangi penggunaan kertas demi menjaga kelestarian alam. Termasuk untuk mengurangi laju penebangan pohon sebagai bahan baku kertas,”jelasnya.

Direktur Program IRI, Dr Hanafi Guciano selaku moderator dalam acara ini menyampaikan bahwa Riau sengaja dipilih sebagai tempat mengkampanyekan pentingnya go paperless demi menjaga lingkungan. Pasalnya, di Riau masih berdiri perusahaan penghasil kertas berskala internasional. Dia menekankan, IRI ingin menyampaikan bahwa mengurangi penggunaan kertas sangat penting demi menjaga kelestarian alam. (ed/rn).