Ikuti Semangat untuk Selesaikan Kuliah dari Anak Pengantar Ikan

Reka dan Orang Tua Berswafoto

Reka Nuansa (23) seorang anak dari pengantar ikan keliling, berhasil menyelesaikan studi nya pada program sarjana jurusan Fisika di Universitas Muhammadiyah Riau. Ia diwisuda bersama teman lainnya di Gedung KH. Ahmad Dahlan pada Kamis (10/12) siang. Pada prosesi wisuda sesi 15 tersebut, Reka bersama tiga saudari dan kedua orang tuanya datang menggunakan becak kesayangan sang ayah, Akiman (56). Antusias dari keluarga ini terpancar saat memasuki kawasan kampus utama UMRI.

Sang ayah memarkirkan becak barang miliknya tepat di depan gedung putih AR. Sutan Mansyur, sebelum akhirnya memasuki gedung acara bersama istri dan putri ketiga nya itu. Kami sempat menemui usai acara prosesi selesai. Sambil menunggu sang putri berswafoto dengan rekan se-prodi, ia bercerita tentang sosok Reka. Baginya, putrinya itu tidak pernah menyusahkan dan justru memiliki semangat besar untuk menjadi seorang sarjana. “Senang sekali bisa menghadiri wisuda anak untuk kedua kalinya. Alhamdulillah putri kedua saya juga alumni sini di jurusan komputer,”ujarnya sambil tersenyum lebar. Tampak kesyukuran dari wajah lelaki 56 tahun itu, bisa menyaksikan anaknya berhasil menyelesaikan pendidikan tanpa kendala berarti.

Ayah dari empat putri itu menuturkan bahwa dirinya membuka jasa pengantaran ikan dari pasar ke pasar. Setiap hari, ia menerima panggilan dari pelanggan untuk mengantarkan pesanan berupa kiloan ikan asin. Ia berseloroh dengan R-3 (roda tiga) miliknya itu, pekerjaan mengangkut berkilo-kilo ikan bisa diselesaikan dengan cepat.

Semangat sang putri dalam menuntut ilmu sepertinya berhasil ia turunkan dari semangatnya bekerja. Reka berhasil merampungkan pendidikan dengan baik. Ini juga tidak bisa lepas karena bantuan pendidikan yang ia terima dari Pemerintah provinsi Riau melalui beasiswa selama menempuh studi. Ia mengaku bahwa Universitas Muhammadiyah Riau sangat mengakomodir mahasiswa yang membutuhkan bantuan pendidikan seperti dirinya. “jadi tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan. Bantuan biaya pendidikan sangat banyak ditawarkan,” ungkapnya.

Era ini memerlukan banyak anak muda yang pantang menyerah dengan hidup serba cukup seperti Reka. Untuk menggapai masa depan cemerlang, merasa malu dan gengsi harus segera dihindari. Semangat juang harus dipupuk hingga suatu hari kita bisa tersenyum bangga atas semua yang diperjuangkan. (rn).