Sosialisasi Studi Lanjut ke Saudi Arabia: Tidak hanya belajar Islamic Studies!

Sosialisasi Studi Lanjut di Arab Saudi

umri.ac.id- Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Riau menggelar sosialisasi studi lanjut di Arab Saudi melalui video conference aplikasi Zoom pada Rabu (25/11) siang. Acara sosialisasi ini menghadirkan Ahmad Ubaedillah, Ph.D selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadl Arab Saudi dan Satria Antoni, M.Sc yang merupakan mahasiswa doktoral di King AbdulAziz University. Acara ini bertujuan untuk menyosialisasikan informasi studi lanjut di Arab Saudi yang dapat diikuti oleh para peserta yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Acara ini dibuka oleh Rektor UMRI Dr. H. Mubarak, M.Si. dengan mengundang pihak umum, tidak hanya dari kalangan mahasiswa saja tapi juga kalangan dari luar UMRI.

Dalam sosialisasi ini, Satria Antoni menerangkan bahwa Arab Saudi memberi beasiswa kepada mahasiswanya dengan biaya lebih dari cukup. Mulai dari kebutuhan harian, kesehatan, kebutuhan akademik, olahraga dan lainnya. Mahasiswa King AbdulAziz University sejak jenjang magister ini mengungkapkan bahwa informasi dapat dengan mudah diakses di website resmi universitas yang ingin dituju. “yang paling penting adalah konsentrasi apa yang akan diambil, tentukan universitas mana yang memiliki konsentrasi tersebut dan melengkapi persyaratan yang diminta,”terangnya. Ia menambahkan bahwa stigma masyarakat kita ketika mendengar berkuliah di Arab Saudi, pasti belajar agama (Islamic Studies). Namun nyatanya, mahasiswa Indonesia banyak yang mengambil non-Islamic Studies seperti perminyakan, geologi, biologi dan lain sebagainya. Ia juga menambahkan kiat-kiat khusus dalam beradaptasi dengan suasana akademik kampus dan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Ahmad Ubaedillah mendorong UMRI untuk melakukan kerja sama dengan universitas-universitas di Arab Saudi. Baik dalam penelitian, publikasi dan studi lanjut bagi mahasiswanya. “Universitas Muhammadiyah sudah dikenal di Saudi Arabia. Kalau ada keinginan dari pihak UMRI, kita bisa akomodir itu,”ungkapnya. Ia mengiyakan pernyataan Satrio terkait pembiayaan kuliah di negara tersebut. “biaya di Arab Saudi sudah tercover semua. Jadi perlu diragukan kalau ada yang bilang kuliah di Arab Saudi bayar pribadi.” Tuturnya. Ia menyambut baik jika generasi muda Indonesia banyak melanjutkan studi di negara tersebut. “Kesempatan akan terbuka lebar bagi siapapun yang mau mencari,”ujarnya. (rn).

Untuk file e-sertifikat dapat diunduh di sini.

Untuk materi webinar dapat diunduh di sini.