Dekan Fakultas Kedokteran UMS Sampaikan Studium Generale Di Prodi Kebidanan Umri Bertema Penuaan Kulit Pada Lansia

Pekanbaru - Dalam rangka mempertajam pengetahuan tentang Antiaging Treatment, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr dr Flora Ramona Sigit Prakoeswa MKes, SpKK, Senin (1/8/2022) sampaikan Studium Generale pada Program Studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) bertema Update Anti Aging Treatment : Penuaan Kulit Pada Lansia. Kegiatan itu dilaksanakan di Gedung AR Fachruddin Kampus Utama Umri, jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.

Hadir dalam kegiatan itu Rektor Umri Dr Saidul Amin MA, Wakil Rektor 1 Dr Wirdati Irma SPd MSi, Wakil Dekan FMipa dan Kesehatan Dr Sri Hilma Siregar MSi, ketua program studi Kebidanan Nova Yulita SST MKeb sebagai moderator dan tujuh puluhan peserta dari dosen dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Rektor Umri Dr H Saidul Amin MA mengatakan bahwa penuaan adalah sebuah keniscayaan yang akan dialami oleh setiap orang dan tidak dapat dihindari. Namun menurutnya berdasarkan sebuah riset, penuaan dapat diperlambat dengan banyak tersenyum, menghindari stress dan selalu menjaga wudhu.

"Seiring berjalannya waktu umur kita akan bertambah. Sejalan dengan itu, kita semua akan mengalami fase penuaan. Hal itu ditandai dengan fungsi fisik yang menurun dan yang sangat terlihat adalah penuaan kulit wajah. Soal kecantikan bagi saya juha adalah sesuatu yang muncul dari dalam diri atau inner beauty" jelas Saidul Amin.

"Berdasarkan sebuah riset, penuaan dapat diperlambat dengan banyak tersenyum, menghindari stress dan selalu menjaga wudhu. Karenanya saya menghimbau mari senantiasa kita memperbanyak senyum, menghindari stress dan selalu menjaga wudhu. 

Namun Saidul Amin menegaskan "Bagaimana treatment khusus untuk memperlambat penuaan itu akan dibahas oleh bu dokter Flora Ramona yang memang pakar dalam hal ini tentunya".

Sementara itu Dr dr Flora Ramona Sigit Prakoeswa MKes, SpKK, menjelaskan beberapa dampak yang mungkin dialami saat penuaan kulit pada Lansia, diantaranya adalah makin sensitif terhadap sinar matahari, lebih mudah mengalami infeksi, kulit makin lambat melakukan regenerasi sehingga saat ada luka butuh waktu lama untuk sembuh, hingga dinding pembuluh darah yang rapuh.

Karenanya, dokter lulusan spesialis kulit dan kelamin Universitas Gadjah Mada tersebut memberikan beberapa treatment khusus salah satunya menggunakan tabir surya. 

“Sinar UV pada dasarnya tidak baik efeknya ke kulit. Oleh sebab itu, perlu sekali penggunaan tabir surya bagi Anda yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan. Tingkat SPF yang dibutuhkan juga bervariasi tergantung bagaimana aktivitas yang dilakukan tersebut,” ujarnya dalam pemaparan.