Milad ke-14, Rektor Berharap Umri Menjadi Wadah Pengembangan Ilmu Pengetahuan

PEKANBARU-Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), tahun ini genap berusia 14 tahun.

Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Dr H Saidul Amin MA dalam sambutannya pada Sidang Senat Terbuka, di Gedung KH Ahmad Dahlan, Umri, jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Selasa (7/6/2022) menyampaikan, Alhamdulillah, hari ini Umri yang kita cintai ini sudah berusia 14 tahun.

"Rasa syukur yang begitu besar juga kita rasakan saat ini, karena Insya Allah kita akan segera melewati masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19 dan juga kita kembali bersyukur setelah 2 tahun diterpa oleh pandemi Covid-19, Umri masih tetap bertahan," ujar Rektor Umri.

Tahun ini, katanya, Umri telah genap berusia 14 tahun. Usia yang terbilang cukup muda sebagai sebuah institusi pendidikan dengan pencapaian yang luar biasa hingga saat ini.

Peringatan Milad Umri ke-14 tahun ini, menurut Rektor Umri, merupakan momen reflektif bagi kita bersama, menilik kembali pada perjalanan panjang Umri untuk sampai seperti sekarang.

"Banyak yang dapat kita ambil pelajaran dan banyak juga yang dapat kita banggakan. Saya berharap momen ini bukan hanya menjadi cerita saja, namun dapat menjadi semangat kita berjuang dijalan kebajikan. Pencapaian ini bukanlah pencapaian individu tertentu, namun dapat diraih karena usaha kita bersama, bahu-membahu untuk menjadikan Umri sebagai universitas yang cemerlang, gemilang dan terbilang serta dapat diperhitungkan di provinsi Riau. Untuk mengapresiasi semua itu, tahun ini Milad Umri mengusung tema yang cukup indah yakni Hand in Hand, to be excellent," bebernya.

Disampaikannya lagi, 14 tahun Umri berkiprah dalam membangun dan membentuk generasi unggul yang memiliki kepribadian Islam di tanah Melayu ini.

"Banyak hal yang telah dilewati, pasang surut, menjadikan kita lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak. Umri berkembang dengan proses yang cukup berat hingga ke titik sekarang. Maka patutlah kita mengucapkan syukur yang sebesar-besarnya dan pada hari ini kita dapat berdiri tegak sebagai universitas yang bermarwah dan bermartabat," tuturnya.

Ia berharap, Umri sebagai salah satu universitas yang bersinar di Indonesia dan kalau perlu sebagai universitas terbaik se-Asia Tenggara.

"Saya sangat berharap, semua yang terkait dengan Universitas Muhammadiyah Riau baik sebagai Dosen, Tenaga Kependidikan, pegawai hingga mahasiswa bangga menjadi kader-kader Muhammadiyah yang progresif dan adaptif. Selain itu, dosen-dosen dan mahasiswa mampu menerapkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam setiap bidang keilmuannya yang kita kenal dengan integrasi ilmu pengetahuan. Mari kita mencoba untuk belajar untuk mencintai Muhammadiyah," harapnya.

Masih dalam sanbutan Rektor Umri, Umri lahir dari rahim persyarikatan Muhammadiyah Riau sebagai salah satu amal usahanya, tentu saja hal ini sejalan dengan kiprah organisasi Muhammadiyah di Indonesia yang memiliki peran besar sebagai gerakan tajdid dan Tanwir berpedoman kepada Al-Qur'an dan As-Sunah bernuansakan purifikasi dan modernisasi. Maka Umri sebagai PTM dituntut untuk mengemban amanah persyarikatan melalui pengembangan dan penanaman keilmuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan menciptakan kader yang berpikiran cerdas, berwawasan luas, bekerja keras dan memiliki prinsip yang tegas tapi mampu bersosialisasi secara lugas.

"Tepatnya 5 Juni, kita mendirikan Universitas Muhammadiyah Riau yang berawal dari  Akademi Teknologi Otomotif Muhammadiyah (ATOM) pada tahun 1993. Umri diharapkan menjadi wadah ilmu pengetahuan dan sekaligus menjadi pilar dakwah Islam melalui pendidikan," kata Saidul.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan orasi ilmiah oleh Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yakni Dr Evi Marlina SE MAk dengan tema Peran Organizational Capability dan Strategic Management Accounting dalam meningkatkan kinerja Perguruan Tinggi pada era Tranformasi Digital.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemberian penghargaan kepada dosen dan tenaga Kependidikan berprestasi diantaranya masa kerja lebih dari 10 tahun, juga diberikan kepada dosen terbaik dalam kategori pengabdian kepada masyarakat, penelitian dan publikasi serta Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Acara ditutup dengan memberikan penghargaan kepada pemenang lomba diantaranya lomba Futsal, lomba memasak, Tahfidz Qur'an.

Turut hadir Ketua dan anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Ketua dan pimpinan Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Riau, Dewan Penyantun Universitas Muhammadiyah Riau, Anggota Senat akademik Universitas Muhammadiyah Riau, para wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi dan Kepala Laboratorium di lingkungan Universitas Muhammadiyah Riau, Direktur, Ketua Lembaga, UPT, Kepala kantor di lingkungan Universitas Muhammadiyah Riau, Dosen Universitas Muhammadiyah Riau, staf, karyawan dan tenaga kependidikan Universitas Muhammadiyah Riau, para pimpinan organisasi kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Riau dan para undangan.