UPT Perpustakaan UMRI Gelar Bincang Literasi Kekerasan Pada Perempuan

Pekanbaru (Umrinews) - Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menggelar bincang literasi dengan tema “Kekeras Pada Perempuan” yang di gelar di Auditorium Kampus Utama UMRI Jalan Tuanku Tambusai, Senin (13/5/2024) siang.

Kegiatan ini di isi oleh Ajeng Safitri M Psi Psikolog selaku narasumber yang merupakan dosen pada Program Studi (Prodi) Psikologi Islam di Fakultas Studi Islam Umri. Para mahasiswa dari berbagai jurusan turut hadir sebagai peserta dalam bincang literasi.

Dalam pemaparan materinya Ajeng Safitri M Psi Psikolog menyampaikan bahwa persentase kekerasan pada perempuan terutama di Kota Pekanbaru cukup tinggi. "Jumlah kasus kekerasan di Riau sendiri ada 214 kasus, dimana 25%-nya terjadi di Kota Pekanbaru dan kejadian ini cukup tinggi di banding Kabupaten dan Kota lainnya yang ada di provinsi Riau dan korban itu adalah rata-rata para pelaja dan mahasiswa," katanya.

Selain itu dari keterangan di atas, menurutnya penting bagi mahasiswa terutama perempuan untuk dapat membuka mata mengenai kekerasan sebab dari data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) Republik Indonesia pada tahun 2023 sebagian besar korban kekerasan adalah perempuan.

"Sebagian besar perempuan yang tidak mandiri secara ekonomi 38,7% ibu rumah tangga dan 10,1% adalah pelajar. Dan pelaku kekerasan sebagian besar adalah orang terdekat korban, seperti suami atau istri, pacar, keluarga dan lainnya," jelasnya.

Di akhir materi ia juga membuka sesi tanya jawab dan memberikan solusi bagaimana cara menghindari kekerasan terhadap perempuan.

"Sebagai perempuan kita harus mampu untuk bersikap tegas namun sopan, selain itu kita harus memiliki orang yang mendukung contohnya keluarga ataupun teman, serta jangan takut untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib karena kebanyakan dari korban kekerasan memilih untuk diam dan tentunya para perempuan harus dibekali dengan pengetahuan seksual," pungkasnya. (Walida)