umri-media

Meski masih seumur jagung, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) telah melaksanakan model pendidikan yang dibutuhkan stakeholder. Sistem pendidikan menerapkan Student Center Learning (SCL) dengan sajian kurikulum yang mengarahkan mahasiswa untuk mampu menjadi pemikir dan praktisi dibidangnya.

TANPA terasa, tepat pada tanggal 5 Juni 2010 lalu, Umri genap berusia 2 tahun. Ibarat bayi berumur 2 tahun, Umri tumbuh dan berkembang sesuai harapan masyarakat Riau. Pertumbuhan dan perkembangan Umri seiring dengan permintaan masyarakat yakni mencetak generasi yang berkarakter, bermarwah dan bermartabat. Cita-cita inilah yang dipikul oleh Rektor Umri, Prof. Dr. M. Diah, M.Ed. Seperti kapal yang sedang berlayar, sang nahkoda beserta ‘anak buah kapal’ dituntut untuk mampu membawa penumpang sampai ke tujuan.

Menjadikan Umri sebagai universitas bermarwah dan bermartabat bukan isapan jempol belaka. Cita-cita berat itu, ternyata dituangkan mantan rektor Universitas Riau (UR) itu dalam Rencana Strategis (Renstra) pengembangan Umri lima tahun kedepan. Perwujudan renstra tersebut diarahkan kepada menghasilkan lulusan berkualitas. Konsekuensinya, Umri mentransfer ilmu yang berkualitas kepada mahasiswa sesuai dengan permintaan stakeholder.

“Dosen-dosen Umri yang masih S1 kita gesa untuk S2, yang S2 kita sekolahkan S3. Langkah ini merupakan upaya kita untuk menjadikan Umri sebagai universitas yang bermarwah dan bermartabat sehingga nantinya diperhitungkan di tingkat lokal, nasional dan internasional,” urai pria lulusan phylosopi of doctor (PhD) Illonis University.

Selain menyekolahkan para dosen, pihaknya juga memberikan bekal berupa Workshop Applied Approach (AA) kepada dosen tetap dan dosen luar biasa yang mengajar di Umri. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada dosen tentang pendekatan-pendakatan pengajara kepada mahasiswa. Disamping itu Umri telah menerapkan Sisfo (sistem komputerisasi on-line) sehingga mahsiswa dapat dapat mengakses nilai dan mengisi KRS secara on-line. “Target kita adalah, menghasilkan lulusan yang bermarwah dan bermartabat,” tegasnya.

Untuk mengukur sejauhmana pelaksanaan program-program yang sudah disusun dalam renstra, maka Umri menerapkan sistem manajemen mutu. Untuk itu pula Umri telah meraih ISO 2008:9001 no sertifikat. QEC28498 sebagai bukti keseriusan Umri dalam sistem manajemen mutu.  Untuk tetap memastikan berjalannya sistem manajemen mutu maka dibentuk lembaga Pengmbangan Pengembangan Pendidikan dan Kontrol Mutu (LP2KM). Tugasnya mengawasi segala aspek di universitas, mulai dari akademik, sarana-prasarana sampai tercapainya mutu standar yang ditetapkan.

“Apa yang kita lakukan merupakan strategi untuk mewujudkan visi misi Umri yakni menjadi universitas yang bermarwah dan bermartabat,” tambah Diah.

Saat ini, Umri telah menyediakan 5 Fakultas bergengsi yaitu Fakultas Teknik, Ekonomi, MIPA & Kesehatan, Ilmu Komputer dan Ilmu Komunikasi. Di Fakultas Teknik terdapat program studi Teknik Otomotif (D3 Terakreditasi), Teknik Mesin (S1), Teknik Industri (S1). Di Fakultas Ekonomi memiliki program studi Akuntansi (S1), Ekonomi Pembangunan (S1) dan Keuangan Perbankan (D3). Kemudian Fakultas MIPA & Kesehatan terdiri atas Program studi Keperawatan (D3), Biologi (S1), Fisika (S1), dan Kimia (S1). Pada Fakultas Ilmu Komputer terdapat program studi Teknik Informatika (S1) dan Sistem Informasi (S1). Sedangkan pada Fakultas Ilmu Komunikasi memiliki program studi Ilmu Komunikasi (S1) dengan konsentrasi Film &Broadcasting, Public Relation, Jurnalistik & Advertising. (~Humas)